Warga Palestina memeriksa puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Nuseirat, Jalur Gaza tengah pada 26 Mei 2026 (Foto: AP)
Gaza, Jurnas.com - Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Jalur Gaza, Palestina, baru mampu mengerahkan sekitar 10 hingga 20 personel, jauh di bawah target awal sebanyak 20.000 personel, ungkap laporan The Wall Street Journal.
Laporan yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui persoalan itu menyebut rencana perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan pengerahan 20.000 personel ISF di Gaza.
Pasukan tersebut dirancang untuk mencegah kelompok Hamas membangun kembali kemampuan militernya.
Namun, hingga kini ISF masih kesulitan mengirim gelombang awal personel yang jumlahnya hanya dua lusin orang, ungkap laporan harian tersebut.
Meski demikian, seorang pejabat militer Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya mengatakan Albania, Kazakhstan, Kosovo, dan Maroko sedang dalam proses menandatangani komitmen resmi untuk bergabung dengan ISF.
Pada November 2025, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 2803 guna melaksanakan rencana perdamaian Gaza yang disepakati Israel dan Hamas pada Oktober 2025.
Utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, pada pertengahan Januari mengumumkan fase kedua rencana tersebut.
Tahap itu mencakup penarikan lebih banyak pasukan Israel dari Jalur Gaza, pengerahan ISF, serta pembentukan struktur pemerintahan baru yang melibatkan Dewan Perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat.
Sumber: Sputnik
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pasukan ISF Jalur Gaza Genosida Israel Palestina Israel












