Rabu, 06/05/2026 01:57 WIB

Enam Amalan Sunah yang Dianjurkan pada Bulan Dzulqa`dah





Memasuki bulan Dzulqa`dah, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh.

Ilustrasi - bulan Dzulqa`dah (Foto: NU Online)

Jakarta, Jurnas.com - Memasuki bulan Dzulqa`dah, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh.

Sebagai salah satu bulan haram (asyhurul hurum), Dzulqa`dah menjadi waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menjaga diri dari perbuatan maksiat.

Sejumlah amalan dianjurkan untuk dikerjakan selama bulan ini, baik yang bersifat ibadah individual maupun sosial, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber keislaman.

Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah melaksanakan puasa sunnah. Puasa di bulan-bulan haram memiliki nilai tersendiri karena dilakukan pada waktu yang dimuliakan.

Rasulullah SAW bersabda:

صُمْ مِنْ رَمَضَانَ، وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ
“Berpuasalah pada bulan Ramadan, tiga hari setiap bulan, dan berpuasalah di bulan-bulan haram.” (HR. Ibnu Majah)

Puasa ini dapat dilakukan dengan berbagai bentuk, seperti puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh, atau puasa sunnah lainnya.

Bulan Dzulqa`dah juga dikenal sebagai waktu yang sering dipilih Rasulullah SAW untuk melaksanakan umrah. Hal ini menjadi teladan bagi umat Islam yang memiliki kemampuan untuk menunaikannya.

Dalam riwayat disebutkan:

اعْتَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعَ عُمَرٍ كُلُّهُنَّ فِي ذِي الْقَعْدَةِ
“Nabi SAW melaksanakan umrah sebanyak empat kali, dan semuanya dilakukan pada bulan Dzulqa’dah.” (HR. Bukhari)

Amalan ini menunjukkan keutamaan mengisi bulan tersebut dengan ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah.

Selain ibadah ritual, umat Islam juga dianjurkan untuk meningkatkan kepedulian sosial, seperti bersedekah dan membantu sesama. Amal sosial memiliki nilai besar, terutama ketika dilakukan pada waktu yang dimuliakan.

Sedekah tidak hanya berdampak pada penerima, tetapi juga menjadi sarana penyucian harta dan penguat solidaritas antar sesama Muslim.

Di bulan Dzulqa`dah, menjaga diri dari dosa menjadi hal yang sangat penting. Umat Islam diingatkan untuk tidak melakukan kezaliman, baik kepada diri sendiri maupun orang lain.

Allah SWT berfirman:

فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Ayat ini menjadi pengingat agar umat Islam menjaga perilaku dan memperbaiki diri selama bulan haram.

Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak dzikir dan doa. Mengingat Allah secara konsisten dapat menenangkan hati serta memperkuat keimanan.

Dzikir dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti membaca tasbih, tahmid, takbir, maupun istighfar.

Bagi umat Islam yang akan menunaikan ibadah haji, bulan Dzulqa’dah menjadi fase awal persiapan. Persiapan tersebut mencakup kesiapan fisik, mental, serta spiritual untuk menjalankan rukun Islam kelima dengan baik.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ
“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang telah dimaklumi.” (QS. Al-Baqarah: 197)

KEYWORD :

Info Keislaman bulan Dzulqa`dah Amalan Sunah Rasulullah SAW




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :