Selasa, 05/05/2026 01:05 WIB

Ini Sejarah dan Tujuan Hari Kebersihan Tangan Sedunia Setiap 5 Mei





Setiap tanggal 5 Mei, dunia memperingati Hari Kebersihan Tangan Sedunia (World Hand Hygiene Day) sebagai kampanye global.

Ilustrasi - peringatan Hari Kebersihan Tangan Sedunia, ini sejarahnya (Foto: canva: RRI/Irene Amora)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 5 Mei, dunia memperingati Hari Kebersihan Tangan Sedunia (World Hand Hygiene Day) sebagai kampanye global untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan tangan dalam mencegah penyebaran penyakit.

Peringatan ini menjadi salah satu inisiatif kesehatan publik yang didorong oleh World Health Organization (WHO) sejak 2009.

Momentum ini kembali relevan di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan masyarakat pascapandemi, di mana praktik sederhana seperti mencuci tangan terbukti menjadi salah satu cara paling efektif dalam memutus rantai penularan infeksi.

Hari Kebersihan Tangan Sedunia berakar dari program global WHO bertajuk `Save Lives: Clean Your Hands` yang diluncurkan pada tahun 2009.

Kampanye ini menargetkan fasilitas layanan kesehatan di seluruh dunia agar meningkatkan standar kebersihan tangan, terutama di kalangan tenaga medis.

Tanggal 5 Mei dipilih karena melambangkan lima jari tangan, yang menjadi simbol penting dalam praktik kebersihan tersebut.

Sejak saat itu, peringatan ini diperingati secara luas oleh berbagai negara, organisasi kesehatan, hingga institusi pendidikan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

WHO menekankan bahwa praktik kebersihan tangan yang baik dapat menurunkan angka infeksi terkait layanan kesehatan secara signifikan, termasuk infeksi nosokomial yang sering terjadi di rumah sakit.

Dalam konteks masyarakat umum, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik menjadi langkah sederhana namun sangat efektif untuk mencegah berbagai penyakit, seperti diare, influenza, hingga infeksi saluran pernapasan.

Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa kebersihan tangan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari budaya kesehatan kolektif yang harus dibangun secara berkelanjutan, baik di rumah, sekolah, tempat kerja, maupun fasilitas umum.

Di Indonesia, kampanye Hari Kebersihan Tangan Sedunia turut didukung oleh berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang secara rutin mengedukasi masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Berbagai kegiatan seperti sosialisasi, edukasi di sekolah, hingga kampanye digital dilakukan untuk meningkatkan partisipasi publik dalam menjaga kebersihan tangan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

KEYWORD :

5 Mei Hari Kebersihan Tangan Sedunia World Hand Hygiene Day Peringatan Internasional




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :