Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) siap menerjunkan 1.400 peserta ke 52 kawasan transmigrasi pada Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026.
Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis memperkuat transformasi transmigrasi melalui pendampingan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi guna menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.
“Pada 2026, kami menyiapkan 1.400 Patriot untuk ditempatkan di 52 kawasan transmigrasi. Mereka akan menjadi penggerak pemberdayaan masyarakat sekaligus mitra pendamping transmigran dalam mengoptimalkan potensi kawasan,” kata Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat Penutupan Konsinyering Rapat Pleno Hasil Reviu Tim Ekspedisi Patriot, Rabu (29/4).
Legislator Golkar Dorong Revisi UU Parpol
Menurut Menteri Iftitah, program ini menjadi bagian penting dari transformasi transmigrasi yang kini berorientasi pada penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.
Para peserta Tim Ekspedisi Patriot direncanakan menjalankan pendampingan selama satu tahun penuh dengan fokus pada peningkatan produktivitas pertanian, penerapan teknologi tepat guna, penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, hingga perluasan akses pasar.
“Tim Ekspedisi Patriot 2026 bukan sekadar program penempatan sarjana di kawasan transmigrasi, tetapi agenda besar menyiapkan SDM pendamping yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Menteri Iftitah.
Rencana program ini dibangun berdasarkan hasil riset dan pemetaan potensi ekonomi di 154 kawasan transmigrasi yang menunjukkan masih banyak komoditas unggulan yang perlu diperkuat melalui inovasi, hilirisasi, dan pendampingan berkelanjutan. Sehingga, pada 2026 Program Tim Ekspedisi Patriot diarahkan memasuki tahap penguatan implementasi di 52 kawasan prioritas.
Program Tim Ekspedisi Patriot 2026 juga direncanakan dijalankan melalui kolaborasi Kementerian Transmigrasi bersama 10 kampus mitra utama dan perguruan tinggi daerah. Sinergi ini menempatkan kawasan transmigrasi sebagai ruang implementasi inovasi dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Nah kenapa sekarang fokusnya adalah kepada sarjana? Karena nanti akan lebih dari 1.000 Patriot itu utamanya itu di beberapa tempat, nanti akan tinggal selama satu tahun. Jadi Tim Ekspedisi Patriot akan tinggal selama satu tahun sehingga dampaknya akan lebih nyata begitu. Jadi itu kalau misalkan yang mahasiswa on-going dia kan harus balik kuliah begitu, inilah kenapa kita menggunakan sarjana,” tegas Menteri Iftitah.
Melalui program tersebut, para Patriot dirancang mendampingi transmigran mengoptimalkan hasil tanam melalui peningkatan budidaya berkelanjutan, penggunaan bibit unggul, pengolahan pascapanen, serta penguatan tata niaga yang memberi nilai tambah bagi petani.
“Kehadiran Patriot diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan kawasan transmigrasi terhadap SDM unggul yang mampu mendampingi masyarakat, menghubungkan inovasi dengan kebutuhan lapangan, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kawasan,” tegas Menteri Iftitah.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1



























