Penelitian terbaru dari Walter and Eliza Hall Institute of Medical Research mengungkap mekanisme tersembunyi dalam tubuh manusia yang mengatur gula (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Penelitian terbaru dari Walter and Eliza Hall Institute of Medical Research mengungkap mekanisme tersembunyi dalam tubuh manusia yang mengatur gula. Temuan ini membuka perspektif baru tentang cara tubuh menyimpan dan menggunakan energi.
Selama ini, ilmu biologi menjelaskan bahwa kelebihan glukosa disimpan sebagai glikogen di hati dan otot, lalu dipecah kembali saat dibutuhkan. Namun, studi ini menemukan adanya jalur kedua yang bekerja berdampingan dalam mengontrol glikogen.
“Besar kemungkinan buku-buku biologi perlu direvisi sebagai hasil dari temuan kami,” ujar David Komander. Ia menambahkan, “Kami menemukan jalur kedua di mana glikogen dapat diatur secara langsung, kemungkinan sesuai kebutuhan.”
Penemuan ini berpusat pada molekul ubiquitin yang selama ini dikenal sebagai penanda penghancuran protein. Namun, penelitian menunjukkan bahwa ubiquitin juga dapat menempel pada glikogen, yang merupakan bentuk gula.
“Ubiquitin sebenarnya adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang selama ini bekerja diam-diam di balik layar untuk menjaga kita tetap hidup,” kata Simon Cobbold. Temuan ini sekaligus mematahkan asumsi lama bahwa ubiquitin hanya bekerja pada protein.
Para peneliti menjelaskan bahwa mekanisme ini sebelumnya tidak terdeteksi karena keterbatasan teknologi. Untuk itu, mereka mengembangkan metode baru bernama NoPro-clipping guna mendeteksi interaksi tersebut.
“Tanpa alat dan metode kami, proses luar biasa ini akan tetap tidak terlihat,” ujar Cobbold. Ia menambahkan, “Inilah keunggulan NoPro-clipping—memungkinkan kami mempelajari molekul yang selama ini terabaikan.”
Lebih lanjut, penelitian menunjukkan bahwa ubiquitin berperan dalam pemecahan glikogen saat tubuh membutuhkan energi. Percobaan pada hewan menunjukkan peningkatan tanda ubiquitin sejalan dengan penurunan kadar glikogen.
“Penemuan kami menulis ulang aturan dasar biologi dan sistem sinyal ubiquitin,” kata Marco Jochem. Ia menegaskan, “Saya yakin ini baru permulaan dari banyak temuan lainnya.”
Temuan ini dinilai penting karena glikogen berkaitan dengan berbagai penyakit seperti diabetes, obesitas, dan penyakit hati berlemak. Selama ini, terapi lebih banyak bekerja secara tidak langsung melalui pengaturan hormon.
“Obat-obatan baru seperti Ozempic mengubah cara kita mengelola gula darah, tetapi masih secara tidak langsung melalui regulasi hormon,” jelas Komander. Ia menambahkan, “Tanpa kemampuan mengatur glikogen secara langsung, sulit mengatasi akar penyebab banyak penyakit.”
Dengan adanya mekanisme baru ini, para ilmuwan melihat peluang untuk mengembangkan terapi yang lebih tepat sasaran. Meski masih dalam tahap awal, temuan ini membuka jalan baru dalam penanganan penyakit metabolik.
Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature ini menegaskan bahwa tubuh manusia masih menyimpan banyak misteri. Kemajuan teknologi menjadi kunci untuk mengungkap lapisan ilmu yang sebelumnya tidak terlihat. (*)
Sumber: Earth
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pengatur Gula Darah Molekul Ubiquitin Kadar Gula Darah
















