Kamis, 23/04/2026 17:53 WIB

Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz Butuh Waktu Enam Bulan





Pentagon menyatakan bahwa proses pembersihan ranjau laut yang dipasang Iran di Selat Hormuz bisa memakan waktu hingga enam bulan.

Ilustrasi pengiriman minyak melalui Selat Hormuz (Foto: Resuter)

Washington, Jurnas.com - Pentagon menyatakan bahwa proses pembersihan ranjau laut yang dipasang Iran di Selat Hormuz bisa memakan waktu hingga enam bulan. Kondisi ini dikhawatirkan akan menjaga harga minyak tetap tinggi meski perang berakhir kelak.

Iran memblokir jalur pelayaran vital tersebut sejak dimulainya perang melawan Amerika Serikat dan Israel. Selat ini merupakan jalur bagi seperlima pasokan minyak dan gas dunia pada masa damai, namun tetap tertutup selama gencatan senjata yang rapuh berlangsung, ditambah dengan blokade tandingan yang diterapkan oleh militer Amerika Serikat.

"Bahkan jika permusuhan berakhir dan blokade dicabut, diperlukan waktu berbulan-bulan untuk membersihkan perairan dari ranjau," demikian laporan Washington Post pada Rabu (22/4), mengutip pejabat Pentagon.

"Penilaian tersebut menambahkan bahwa operasi semacam itu kemungkinan besar tidak akan dimulai sebelum perang benar-benar berakhir," dia menambahkan.

Estimasi waktu enam bulan tersebut disampaikan kepada anggota Komite Angkatan Bersenjata DPR AS dalam pengarahan tertutup. Para anggota dewan diberitahu bahwa Iran kemungkinan telah memasang 20 atau lebih ranjau di sekitar selat, di mana beberapa di antaranya menggunakan teknologi GPS untuk dihanyutkan dari jarak jauh, sehingga jauh lebih sulit untuk dideteksi oleh kapal penyapu ranjau konvensional.

Korps Garda Revolusi Iran telah memperingatkan adanya zona bahaya seluas 1.400 kilometer persegi, atau setara dengan 14 kali luas kota Paris, yang telah dipasangi ranjau. Ketua Parlemen Iran menegaskan bahwa Republik Islam tersebut tidak akan membuka kembali jalur pelayaran selama blokade angkatan laut AS tetap diberlakukan.

Kekhawatiran juga datang dari industri pelayaran global. Raksasa transportasi Jerman, Hapag-Lloyd, menekankan bahwa perusahaan pelayaran membutuhkan rincian rute yang benar-benar aman sebelum berani beroperasi kembali.

Meskipun gencatan senjata sempat membuka sedikit celah pelayaran awal bulan ini, hanya segelintir kapal yang berani melintas karena ketakutan akan serangan mendadak atau ledakan ranjau.

Guna merespons krisis ini, London menjadi tuan rumah pertemuan perencana militer dari lebih 30 negara mulai Rabu. Pertemuan yang dipimpin oleh Inggris dan Prancis ini bertujuan membentuk misi multinasional untuk melindungi navigasi di Selat Hormuz dan menyusun rencana operasi pembersihan ranjau secara komprehensif segera setelah permusuhan berakhir.

Meskipun juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyebut informasi mengenai estimasi waktu tersebut tidak akurat, ancaman dari Garda Revolusi Iran tetap nyata.

Mereka memperingatkan akan menyerang kapal militer manapun yang mencoba melintasi saluran tersebut untuk melakukan operasi pembersihan ranjau secara sepihak tanpa kesepakatan politik yang menyeluruh.

KEYWORD :

Blokade Selat Hormuz Ranjau Laut Iran Perang AS vs Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :