Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memengang ramuan biosaka sebelum melakukan panen padi di Desa Leppangan, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan untuk mempercepat proses tanam seusai panen raya yang digelar hari ini, Minggu, 16 April 2023.
JAKARTA, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo memberikan penghargaan kepada penggagas Elisitor Biosaka, Muhamad Ansar. Dia adalah petani dari dari Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Tak hanya memberikan penghargaan kepada penggagas Elisitor Biosaka, Mentan juga menyematkan pin emas kepada Direktur Jenderal Tanaman Pangan dan pejabat Eselon I lainnya atas penghargaan swasembada beras tiga tahun terakhir.
Menurut Mentan, pertanian menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia memperjuangkan kemerdekaan. Pertanian juga menjadi andalan bagi bangsa dalam menghadapi setiap krisis, yang teranyar adalah pandemi COVID-19.
"Oleh karena itu, penghargaan patut diberikan kepada penggagas Elisitor Biosaka, Muhammad Anshar. Berkat Biosaka, turut membuktikan pertanian Indonesia bisa semakin mandiri, maju dan modern dan mengangkat kearifan lokal dalam bertani," ucap Mentan pada upacara HUT Kemerdekaan ke-78 Indonesia di kantor pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (17/8).
Lebih lanjut Mentan menjelaskan, elisitor biosaka adalah salah satu inovasi anak bangsa berbasis kearifan lokal sehingga menghadirkan cara baru bertani yang tidak lagi bergantung pupuk kimia, menyuburkan lahan, menekan hama penyakit dan mensejahterakan petani secara gratis.
Biosaka sendiri memanfaatkan bahan dari alam sekitar yaitu dedaunan atau rumput menjadi pengganti pupuk kimia.
"Biosaka adalah inovasi petani anak bangsa kita sendiri yang harus diberikan apresiasi. Pengaplikasian Biosaka telah terbukti kegunaanya oleh petani di berbagai daerah, dapat menghemat biaya usaha tani karena penggunaan pupuk kimia berkurang hingga 50 persen, bahkan lebih tanpa mengurasi produktivitas tanaman," tutur dia.
Elisitor Biosaka, kata Mentan, langkah nyata dalam mengantisipasi kenaikan harga pupuk kimia. "Ini adalah kontribusi yang luar biasa dan patut diberikan penghargaan agar semakin semangat dalam membangun pertanian yang terus melaju untuk maju," sambung Mentan.
Sementara itu, Muhamad Ansar mengatakan, Biosaka menjadi salah satu wujud pengabdian petani Indonesia dalam membangun pertanian yang berkelanjutan dan mensejahterakan petani secara mandiri.
"Tahun ini adalah tahun yang luar biasa bagi Biosaka, dimana lewat perjuangan yang panjang Ibu Bupati Blitar, Ibu Gubernur Provinsi Jawa Timur memberikan penghargaan Basuki Mewa Beya kepada Biosaka. Dan hari ini tepat 78 tahun Indonesia merdeka, Biosaka mendapat kembali apresiasi dan amanah penting dari Bapak Menteri," tutur dia.
Ansar menilai penghargaan dari Mentan menunjukan pencapaian dari semangat seluruh relawan Biosaka dan sangat penting dalam membangkitkan semangat untuk bersama-sama mewujudkan land of harmony, bahkan meningkatkan ketertarikan generasi milenial untuk berprofesi di sektor pertanian.
"Dengan Biosaka, petani sejahtera semoga menuju In The World 2045. Dan dengan Biosaka, pertanian semakin Maju, Mandiri dan Modern. Viva Republik Indonesia," ucap dia.
Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan, menyelenggarakan Bimbingan Teknis pembuatan Elisitor Biosaka di 18 provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, Kalimatan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Papua dan Papua Barat.
"Biosaka bukan pupuk, bukan nutrisi, bukan pestisida, tetapi elisitor yang membuat sel sel pada akar tanaman menjadi lebih aktif dan cerdas dalam mencari hara, sehingga tanaman bisa tumbuh lebih baik dan berproduksi, bahkan biosaka itu hemat biaya, ramah lingkungan, dapat menyuburkan lahan dan meminimalisir hama penyakit," imbuh dia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Syahrul Yasin Limpo Muhamad Ansar


























