Ilustrasi - ini adab menginap di hotel Makkah dan Madinah saat melaksanakan umrah atau haji (Foto: Andri/Septamares)
Jakarta, Jurnas.com - Menempati hotel selama menjalankan ibadah umrah maupun haji bukan sekadar memanfaatkan fasilitas penginapan.
Bagi setiap Muslim, masa tinggal di hotel Makkah dan Madinah juga menjadi bagian dari upaya menjaga adab sebagai tamu Allah Subhanahu wa Ta`ala.
Hotel yang disediakan untuk jemaah berfungsi sebagai tempat beristirahat sekaligus memulihkan tenaga sebelum kembali beribadah.
Karena itu, setiap jemaah diharapkan tetap menjaga niat yang lurus serta menunjukkan akhlak mulia selama berada di lingkungan penginapan.
Kementerian Agama Republik Indonesia melalui ketentuan bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) mengingatkan seluruh jemaah agar mematuhi tata tertib yang berlaku di hotel.
Kapan Sebaiknya Mengulang Sholat Istikharah?
Kepatuhan tersebut bertujuan menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif sehingga seluruh tamu dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Dalam Islam, menjaga perilaku selama berhaji merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah. Allah SWT berfirman:
اللَّهُ تَعَالَى يَقُولُ:
ٱلْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَٰتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي ٱلْحَجِّ
Artinya: "Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barang siapa yang menetapkan niatnya untuk mengerjakan haji pada bulan-bulan itu, maka tidak boleh berkata-kata kotor (rafats), berbuat maksiat (fasik), dan berbantah-bantahan selama mengerjakan haji." (QS. Al-Baqarah: 197).
Salah satu adab yang perlu diperhatikan ialah menghormati kenyamanan penghuni hotel lainnya. Hindari berbicara dengan suara keras, berteriak, atau membuat kebisingan di dalam kamar maupun lorong hotel, terutama pada waktu istirahat.
Selain itu, kebersihan fasilitas bersama juga menjadi tanggung jawab seluruh jemaah. Kamar mandi, ruang makan, lift, koridor, hingga area lobi hendaknya selalu dijaga kebersihannya agar tetap nyaman digunakan oleh semua tamu.
Penggunaan air, listrik, serta berbagai fasilitas hotel juga perlu dilakukan secara bijaksana. Sikap tidak berlebihan merupakan bagian dari ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk menghindari pemborosan dalam berbagai aspek kehidupan.
Islam juga mengajarkan agar seorang Muslim tidak mengganggu orang lain, termasuk ketika tinggal sementara di hotel. Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda:
عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ:
وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ. قِيلَ: مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
Artinya: "Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman." Para sahabat bertanya, "Siapa itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya." (HR. Bukhari).
Hadis tersebut mengingatkan bahwa menghormati kenyamanan orang lain merupakan bagian dari kesempurnaan iman. Nilai ini tentu juga berlaku saat tinggal berdampingan dengan sesama jemaah di hotel.
Jemaah juga dianjurkan bersikap santun kepada petugas hotel, mulai dari resepsionis hingga petugas kebersihan. Keramahan yang ditunjukkan tidak hanya mencerminkan akhlak seorang Muslim, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di mata masyarakat internasional.
Di sisi lain, aturan hotel mengenai kapasitas kamar perlu dipatuhi. Memindahkan barang inventaris tanpa izin, menjemur pakaian di balkon atau tempat yang dilarang, maupun melakukan tindakan lain yang melanggar ketentuan akomodasi sebaiknya dihindari demi menjaga ketertiban bersama.
Apabila menemui kendala terkait fasilitas hotel, jemaah dianjurkan menyampaikan keluhan dengan bahasa yang santun melalui petugas pendamping atau pihak hotel. Islam mengajarkan umatnya untuk berbicara dengan perkataan yang baik.
Allah SWT berfirman:
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
Artinya: "Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia." (QS. Al-Baqarah: 83).
Dengan menjaga adab selama menginap di hotel Makkah maupun Madinah, jemaah tidak hanya menciptakan kenyamanan bagi sesama, tetapi juga menunjukkan kemuliaan akhlak yang menjadi salah satu tujuan utama ibadah.
Semoga seluruh rangkaian ibadah umrah dan haji dapat dijalankan dengan penuh keberkahan serta mengantarkan setiap Muslim meraih predikat haji dan umrah yang mabrur.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Jamaah Indonesia Makkah dan Madinah Menginap di Hotel




















