Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps (Foto: AFP/CHARLY TRIBALLEAU)
Jakarta, Jurnas.com - Gelaran semifinal Piala Dunia 2026 menyajikan drama yang sangat mahal, baik dari segi gengsi maupun nilai materi di atas kertas.
Langkah Timnas Prancis selaku salah satu raksasa sepak bola dunia harus terhenti secara dramatis di babak empat besar setelah takluk 0-2 dari Spanyol di Dallas Stadium, Texas pada Rabu (15/7).
Kekalahan ini tidak hanya memupus mimpi Les Bleus untuk melaju ke final dalam tiga edisi Piala Dunia berturut-turut, tetapi juga menyisakan sorotan tajam mengenai rontoknya tim dengan skuad termewah di turnamen ini.
Berdasarkan data kompilasi pasar dari Transfermarkt, armada asuhan Didier Deschamps mendarat di Amerika Utara dengan menyandang status sebagai tim paling bernilai di babak semifinal.
Akumulasi nilai pasar dari seluruh pemain yang dibawa Prancis menembus angka fantastis, yakni 1,52 miliar euro atau setara dengan sekitar Rp31,33 triliun (dengan asumsi kurs 1 euro setara Rp20.610).
Angka ini mengungguli jajaran semifinalis tangguh lainnya seperti Inggris, Spanyol, dan Argentina.
Kekuatan finansial skuad Prancis didominasi oleh deretan bintang muda yang berkarier di klub-klub elite Eropa. Sang kapten, Kylian Mbappe, memimpin daftar pemain termahal di dalam tim dengan nilai pasar individu mencapai 180 juta euro.
Di belakang bintang Real Madrid tersebut, terdapat nama penyerang sayap produktif Bayern Munchen, Michael Olise, yang valuasinya meroket hingga 150 juta euro.
Tidak ketinggalan, talenta muda milik Paris Saint-Germain, Désiré Doué, melengkapi jajaran tiga besar dengan nilai pasar sebesar 120 juta euro.
Meskipun menyandang modal kemewahan taksir harga pemain yang begitu tinggi, kenyataan di atas lapangan hijau berkata lain.
Dominasi permainan yang ditunjukkan oleh Spanyol mampu meredam kreativitas lini tengah dan taring tajam lini depan Prancis.
Didier Deschamps mengakui adanya beberapa kesalahan taktis mendasar serta buruknya akurasi umpan yang berujung fatal bagi anak asuhnya.
Kegagalan mengonversi kemewahan valuasi menjadi trofi juara ini sekaligus menegaskan bahwa determinasi kolektif dan kematangan strategi di lapangan tetap menjadi hukum tertinggi dalam panggung sepak bola dunia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Sepakbola Dunia Piala Dunia 2026 Timnas Prancis Nilai Skuad




















