Jum'at, 17/04/2026 07:46 WIB

Habib Kribo Marah Soal Penafsiran Sila Pertama Pancasila, Ini Penyebabnya





Bermanfaat dan Membawa Perdamaian 

Habib Zein Assegaf alias Habib Kribo (foto: tangkap layar)

Jakarta, Jurnas.com - Penggiat media sosial Habib Zein Assegaf alias Habib Kribo marah besar lantaran ada penafsiran terhadap sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa yang cenderung memicu perpecahan.

Ungkapan kemarahan Habib Kribo itu disertai tayangan video ketika Eggy Sudjana mengatakan sila Ketuhanan yang Maha Esa hanyalah menunjukkan bahwa Pancasila itu semata-mata hanya umat Islam, dan selain Islam bertentangan dengan Pancasila.

Eggy Sudjana kemudian menyebut bahwa tidak ada selain Umat Islam yang menjalankan Pancasila di Negeri ini. Sebab agama lain dj Indonesia (Kristen, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu, red) tidak mengenal keesaan Tuhan.

Pernyataan inilah yang membuat Habib Kribo geram. Ia menegaskan bahwa Sila Ketuhanan yang Maha Esa jangan diartikan secara dangkal, apalagi merasa benar sendiri.

"Dalam bernegara, jangan menghakimi agama lain dengan kacamata agama anda sendiri. Umur agama sudah ribuan tahun, kok ada yang menghakimi dan menafsirkan agama lain. Menolak ayat agama dan diplintir sesuai nafsunya. Itu tidak benar," tegas Habib Kribo dalam akun YouTube HabibKribo, Minggu (22/1/2022).

Habib Kribo menegaskan, inti dari ketuhanan adalah penghambaan makhluk kepada yang maha pencipta. Dan semua agama tentu mengenal adanya Tuhan.

Karena itu, ia meminta jangan ada orang membawa pemahaman dan persepsinya sendiri terhadap agama, termasuk dalam memaknai Pancasila yang maknanya luas.

Habib Kribo mengaku sedih dan mempertanyakan bobot pernyataan Eggy Sudjana tersebut, serta apa manfaatnya bagi negeri ini. Karena itu ia menegaskan tidak perlu memandang tentang agama lain dengan kacamata sendiri yang terbatas juga.

"Persepsi seperti ini (hanya Islam yang menjalankan Pancasila) seperti ada olahan, ada orderan. Hanya ingin membuat kisruh negeri Indonesia. Kalau negeri kisruh, lalu menciptakan masyarakat militan untuk mendukung (tujuan) politik tertentu menuju kekuasaan. Itu tidak perlu, biarkan negara ini berjalan baik," tukas Habib Kribo.

Habib Kribo mengajak semua pihak melihat kenyataan secara sederhana saja. Cukup melihat orang kalau berbicara untuk menciptakan perpecahan makan itu pasti salah.
Karena Tuhan mendatangkan para Rasul untuk persatuan, bukan untuk perpecahan. Makan tak perlu ada yang merasa paling bertuhan dan paling beriman.

Sebab dalam Al-Qur`an surat An-Nahl ayat 125, jelas Habib Kribo, dinyatakan "hanya Tuhan yang Maha tau siapa yang tersesat".Jadi kita tak usah mengadili agama yang lain.

"Kalau anda mengadili agama lain, itu seolah-olah anda menjadi Tuhan. Anda mengambil wilayah Tuhan. Mengkafir-kafirkan orang. Anda tidak sadar bahwa itu kesalahan besar," ungkapnya.

Bagi Habib Kribo, merek enggak penting. Tapi yang penting adalah perilakunya, kebaikannya, apa kemanfaatannya bagi negeri ini.

"Biarkan negeri ini hidup dalam keadilan beragama. Jangan ada diskriminasi. Agama itu enggak merusak kok. Semua mengajarkan kebaikan. Semua agama mengajarkan perdamaian kok," tegas Habib Kribo.

KEYWORD :

Habib Kribo Pancasila Ketuhanan yang Maha Esa Eggy Sudjana




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :