Ilustrasi Gempa
Jakarta, Jurnas.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat menghindari bangunan rusak atau retak, yang diakibatkan oleh gempa Banten pada Jumat (14/1).
Gempa yang terasa hingga ke Jabodetabek dan sekitarnya ini tercatat berkekuatan 6,6 SR pada kedalaman 40 kilometer di Barat Daya Kota Pandeglang, Banten.
"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," sambung dia.
BMKG memastikan bahwa gempa Banten tidak berpotensi tsunami. Karena itu, Bambang meminta masyarakat tidak serta-merta memercayai kabar hoaks seputar gempa.
BMKG Sebut Sumenep Wilayah Rawan Gempa Merusak
"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar dia.
Mmperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik(thrust fault).
BMKG Ingatkan Dampak Siklon Tropis Bualoi
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
BMKG Bangunan Rusak Gempa Banten



























