Kamis, 16/04/2026 14:08 WIB

Amazon Bayar Karyawan Selama Jalani Masa Isolasi





Varian Omicron dari virus corona (COVID-19) telah mendorong lonjakan kasus di Amerika Serikat (AS) dan kekurangan pekerja di sekolah, maskapai penerbangan, dan bisnis.

Kotak Amazon terlihat ditumpuk untuk pengiriman di wilayah Manhattan, New York City, 29 Januari 2016. (Mike Segar/Reuters)

WASHINGTON, Jurnas.com - Amazon pada Jumat memberi tahu para pekerja bahwa mereka hanya perlu mengisolasi selama seminggu setelah dites positif COVID-19, bukan 10 hari, mengikuti panduan kesehatan Amerika Serikat (AS) yang diperbarui.

Varian Omicron dari virus corona (COVID-19) telah mendorong lonjakan kasus di AS dan kekurangan pekerja di sekolah, maskapai penerbangan, dan bisnis.

Pada Selasa (4/1), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mendukung pedoman baru-baru ini bahwa orang yang tertular virus dapat mengakhiri isolasi mereka setelah lima hari.

Dalam sebuah pesan kepada staf, yang dibagikan Amazon kepada Reuters, pengecer online mengatakan kebijakan isolasi selama seminggu yang baru segera berlaku. Pekerja dengan positif dapat menerima cuti berbayar hingga 40 jam, penurunan sesuai dengan periode isolasi yang lebih pendek.

"Jangan masuk kerja jika sedang sakit," demikian bunyi pesan tersebut, dikutip dari Reuters, Sabtu (8/1).

"Opsi cuti tambahan tersedia untuk individu yang tetap bergejala lebih dari satu minggu," sambungnya.

The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan berita tersebut.

Dengan ratusan ribu staf gudang dan logistik, Amazon adalah perusahaan swasta AS terbesar kedua. Walmart Inc, yang terbesar, minggu ini memberi tahu para pekerja bahwa mereka mengurangi separuh cuti berbayar COVID-19 sesuai dengan panduan CDC yang diperbarui.

KEYWORD :

Amazon Varian Omicron COVID-19




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :