Minggu, 18/11/2018 10:25 WIB

Mata Uang Ini Segera Gulingkan Dolar

Penggunaan dolar AS untuk menekan negara-negara lain hanya akan menyebabkan pembentukan mata uang alternatif di dunia.

Mata uang Amerika Serikat, dalar (Foto: Ist)

Moskow -  Upaya Pemerintah Amerika Serikat (AS) menekan negara-negara lain dengan mata uangnya, akan mengikis status dolar sebagai mata uang dunia, yang berujug pada pembentukan mata uang alternatif dunia.

Demikian disampaikan Kepala Komite Pasar Keuangan Negara Bagian Duma, Rusia, Anatoly Aksakov kepada Anadolu Agency pada Rabu (15/8) waktu setempat.

Aksakov mengatakan, dolar memperoleh status "mata uang dunia" pada 1944 setelah Perang Dunia II, di mana mata uang negara lain mengalami devaluasi sementara dolar tetap stabil.

Saat itu, banyak transksi dilakukan menggunakan dolar, sehingga dolar semakin mendominasi dalam transaksi internasional. Namun, kata Aksakov pemerintah AS melakukan segalanya untuk pembentukan mata uang dunia baru.

"Semakin banyak negara yang mempertimbangkan transaksi dalam mata uang nasionalnya. Sementara itu, negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, Red), Turki termasuk sedang membahas kemungkinan menciptakan mata uang baru," kata Aksakov.

Pejabat Rusia itu mengatakan mata uang BRICS memiliki prospek yang baik karena blok itu memiliki setengah dari populasi dunia. BRICS juga mengambil bagian 30 persen dari industri dunia, 40 persen pertanian dunia dan penyedia sumber daya alam terbesar.

"Proses pendirian alternatif mata uang dunia akan selesai dalam waktu lima tahun. Ini bergantung pada Washington, karena semakin AS menggunakan dolar untuk melakukan penekanan, semakin banyak negara-negara lain yang termotivasi untuk menolak pembayaran dalam dolar," katanya.

Aksakov mengatakan banyak negara menolak untuk menggunakan dolar, terlihat dari Tiongkok yang mulai membeli minyak menggunakan mata uangnya, yuan. Turki menarik simpanan emasnya dari AS, dan Rusia secara signifikan telah mengurangi investasi dari utang yang diberikan pemerintah AS.

"Setelah alternatif mata uang dunia diluncurkan, dolar akan kehilangan signifikansinya, setengah dari nilainya saat ini. Dengan menurunnya nilai dolar, AS akan kehilangan pengaruhnya," terangnya.

Saat ini, pendapatan produk domestik bruto AS adalah sekitar USD20 triliun, termasuk USD5 triliun pendapatan nasional riil di dalamnya.

"Kita harus mempertimbangkan untuk memberikan kerugian kepada AS sebesar USD15 triliun, karena keuntungan itu didapatkan dari negara lain," kata Aksakov. (aa)

TAGS : Turki dolar BRICS Amerika Serikat




TERPOPULER :