Selasa, 26/03/2019 04:51 WIB

Sebelum Juara, Tim Sapuangin ITS Sempat Dicurangi

Di balik kemenangan Tim Sapuangin Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), ternyata wakil Asia itu sempat dicurangi

Kendaraan Tim Sapuangin dalam kompetisi internasional Shell-Eco Drivers World Championship (DWC) 2018

London – Di balik kemenangan Tim Sapuangin Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), ternyata wakil Asia itu sempat dicurangi, sebelum akhirnya dinobatkan sebagai juara dalam kompetisi internasional Shell-Eco Drivers World Championship (DWC) 2018, di Sirkuit Queen Elizabeth Olympic Park, London pada Minggu (8/7).

Sebagaimana diungkapkan oleh Manajer Nonteknis Tim Sapuangin Billy Firmansyah, tim awalnya melaju dengan kecepatan sedang sebagai bagian dari strategi, sebab perlombaan berlangsung dalam sepuluh lap.

“Driver (sopir, Red) harus mengatur kecepatan yang tak boleh lebih dari 40 km/jam agar efisiensi energi menjadi seimbang,” demikian kata Billy dalam siaran pers ke redaksi pada Senin (9/7) siang.

Kendati bermain santai di awal-awal, lanjut Billy, Tim Sapuangin tak lantas keluar dari posisi empat besar selama balapan.

Hingga akhirnya, di putaran lap terakhir, di bawah suhu musim panas sebesar 30 derajat celcius, Tim Sapuangin melesat ke posisi terdepan, hingga melewati garis finis sebagai pemenang.

“Di Giant Screen Monitor Racing, tertulis Ranking I Sapu Angin. Para anggota Tim Sapuangin pun sontak berpelukan dalam tangis haru,” imbuh Billy.

Setelah sempat menobatkan Sapuangin sebagai juara, tiba-tiba terjadi kehebohan. Secara sepihak, panitia menyatakan ITS baru menyelesaikan sembilan lap. Padahal ada sepuluh lap yang harus dilampaui.

“Walhasil Sapuangin melorot posisinya hingga ranking sembilan,” lanjutnya.

Merasa dicurangi, Tim Sapuangin melancarkan protes kepada panitia. Dibantu oleh rekan seperjuangan dari Indonesia, yakni Tim Semar Urban dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Tim Garuda dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), tim datang dengan menyerahkan bukti data dan video.

“Dalam protes, kami sertakan data dan video yang merekam selama lomba berlangsung,” terang Billy.

Setelah panitia berdiskusi dengan mempertimbangkan bukti-bukti yang ada, akhirnya saat pemberian penghargaan di akhir acara, trofi Juara I DWC 2018 berhasil dibawa pulang Tim Sapuangin ITS.

Dalam kesempatan tersebut, General Manager Tim Sapuangin ITS, Rafi Rasyad mengungkapkan rasa bahagianya setelah Sapuangin berhasil menjuarai kompetisi adu cepat mobil hemat energi ini.

“Ini adalah pencapaian yang luar biasa,” ujar Rafi terharu. 

Dengan tanpa henti mengucap syukur, dia merasa kerja keras tim dan dosen pembimbing selama berbulan-bulan terbayar sudah. Rafi juga merasa bahagia karena dapat mempersembahkan prestasi terbaik, tidak hanya untuk almamater ITS melainkan juga untuk Indonesia.

TAGS : Pendidikan ITS Sapuangin Mobil Hemat Energi




TERPOPULER :