Senin, 24/09/2018 12:18 WIB

Menteri Yohana Ajak Akademisi Berperan Dalam Gerakan HeForShe

Mengajak laki-laki terlibat sebagai agen perubahan dalam mencapai kesetaraan gender dan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak perempuan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise berpose bersama Akademisi Universitas Bengkulu saat melakukan kunjungan dalam rangka gerakan HeForShe, Rabu (21/3).(FOTO : KEMEN PPA)

Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise mengajak seluruh kalangan akademisi membantu Indonesia mewujudkan percepatan pembangunan dan kesetaraan gender Suistainable Development Goal (SDGs), salah satunya melalui Gerakan HeForShe.

Gerakan ini menjadi kampanye global, merupakan langkah solutif untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan responsive gender, serta dapat pula diterapkan dalam institusi perguruan tinggi.

Gerakan HeForShe mengajak laki-laki terlibat sebagai agen perubahan dalam mencapai kesetaraan gender dan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak perempuan, serta upaya mengakhiri kekerasan terhadap keduanya.

Saat kunjungan ke Universitas Bengkulu, Rabu (21/3) Menteri Yohana mengutarakan inti dari gerakan HeForShe adalah bagaimana mendorong pelibatan laki-laki dalam upaya-upaya melindungi perempuan dan mewujudkan kesetaraan gender.

"Gerakan ini tidak hanya dapat diprakarsai oleh kaum laki-laki, perempuan juga dapat terlibat dalam upaya-upaya menyadarkan dan mengajak laki-laki untuk lebih responsif terhadap perempuan dan anak perempuan serta mengakhiri kekerasan. Untuk itu, saya mengajak seluruh mahasiswa di Bengkulu untuk menjadi agen HeForShe,” ujar Menteri Yohana.

Kehadiran Menteri Yohana juga sebagai bentuk apresiasi terhadap respon positif Universitas Bengkulu yang telah menerapkan Kuliah kerja Nyata berbasis One Student Save One Family (OSSOF).

OSSOF menjadi salah satu gagasan dari Kementerian PPPA untuk memperkenalkan realitas sebenarnya dari masyarakat khususnya kehidupan keluarga kepada mahasiswa, serta mengasah kepekaan mereka untuk melihat masalah pada tingkat akar rumput.

“Saya mengharapkan bahwa sejak awal, seorang mahasiswa dapat mengenali situasi kehidupan masyarakat yang mereka lihat dan berada di sekitarnya," kata Yohana.

Dengan demikian, lanjut ia mereka dapat diasah kepekaannya untuk memahami masalah yang dihadapi kaum perempuan dan anak dalam masyarakat yang hendak ditanggulangi dengan berbagai program pembangunan.

“Ketika para mahasiswa telah mampu meningkatkan kepekaannya terhadap isu perempuan dan anak, saya berharap mahasiswa dapat mendukung misi Bapak Presiden Jokowi yang sebelumnya telah dinobatkan sebagai salah satu dari 10 Kepala Negara terpilih menjadi HeforShe Champion World Leader," jelasnya.

TAGS : Yohana perempuan anak akademisi gender menteri




TERPOPULER :