Sabtu, 23/06/2018 09:45 WIB

Warga NU Menjerit, Cak Imin Dikasih Mandat Politik

Kehidupan warga NU di seluruh penjuru tanah air masih memprihatinkan. Dimana, seluruh profesi yang digeluti warga NU kian mengalami kesulitan yang tak terbendung.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar

Jakarta - Kehidupan warga Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh penjuru tanah air masih memprihatinkan. Dimana, seluruh profesi yang digeluti warga NU kian mengalami kesulitan yang tak terbendung.

Sebagai bentuk keprihatinan terhadap warga NU tersebut, Kyai yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kyai NU se-Jakarta Raya menyerahkan mandat politik kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Ketua PCNU DKI yang sehari-hari mengelola Pondok Pesantren Al Fadollah dan pembina Majelis Taklim se-Jakarta, KH Mohamad Nur Saya EJ mengatakan, penyerahan mandat politik tersebut sebagai bentuk keprihatinan atas nasib warga NU.

"Banyak warga NU yang profesinya sebagai petani belum menikmati betul manfaatnya sebagai petani Indonesia karena pemerintah belum mampu menjadikan sektor pertanian sebagai sektor utama dalam pembangunan ekonomi," kata KH Mohamad Nur, Jakarta, Rabu (7/3).

Mohamad Nur melanjutkan, banyak warga NU yang profesinya sebagai nelayan selama bertahun-tahun menderita karena terlalu banyak pelarangan termasuk cantrang tanpa adanya kepastian penggantian alat tangkap ikan.

"Kami menangkap kesan, pemerintah yang mengurusi sektor kelautan dan perikanan lebih mementingkan proteksi laut dibandingkan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan mereka," katanya.

Selain itu, lanjut Mohamad Nur, banyak warga NU yang profesinya sebagai buruh sekarang ini semakin kesulitan untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari karena upahnya semakin tertekan harga-harga barang yang naik.

"Banyak warga NU yang profesinya sebagai pedagang atau UKM yang kesulitan memiliki akses modal dari KUR perbankan karena beratnya persyaratan yang diminta. Sampai kapan usaha mereka dianaktirikan oleh sistem perbankan nasional?" tegas Mohamad Nur.

Warga NU yang profesinya sebagai guru atau ustad di pesantren, kata Mohamad Nur, juga tidak mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah terutama peningkatan SDM maupun fasilitas.

"Banyak pesantren dan madrasah yang didirikan warga NU selama ini dikelola dan dikembangkan secara swadaya dan terbatas baik dalam pembangunan sarana maupun SDM. Pemerintah seolah menutup mata terhadap peran pesantren yang sesungguhnya di dalam mengembangkan masyarakat," jelasnya.

Atas dasar itulah, lanjut Mohamad Nur, Forum Komunikasi Kyai NU menyerahkan mandat politik kepada Cak Imin untuk memperjuangkan nasib warga NU dengan maju sebagai calon wakil presiden (Cawapres) pada Pilpres 2019 mendatang.

"Kepada Cak Imin kami minta untuk tidak ragu dan tidak takut karena mandat ini kami serahkan dengan sepenuh hati dan tekad untuk berjuang bersama-sama Cak Imin mewujudkan cita-cita ini," tegasnya.

TAGS : Pilpres 2019 Presiden Jokowi Cawapres Muhaimin Iskandar




TERPOPULER :