Kamis, 22/08/2019 07:14 WIB

Ikatan Dokter Dianggap Tidak Memunyai Ketegasan

Sebaliknya, kata Irma, IDI justru selama ini selalu tegas dan tampil gagah saat memberikan pembelaan terhadap anggotanya yang terindikasi bermasalah.

Ilustrasi kedokteran (foto: Google)

Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dinilai tidak  melindungi pasiennya. Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem,  Irma Suryani menanggapi dugaan pelecehan seksual yang dialami pasien cantik W (33) oleh oknum perawatan di RS National  Hospital Surabaya.

‎‎Menurut Irma, pelecehan seksual yang dialami pasien itu merupakan akibat dari ketidaktegasan IDI. Dan ‎IDI sangat lemah dalam memberikan perlindungan terhadap pasien sehingga pelecehan terus terjadi.

Sebaliknya, kata Irma, IDI justru selama ini selalu tegas dan tampil gagah saat memberikan pembelaan terhadap anggotanya yang terindikasi bermasalah.

"Seharusnya IDI tidak hanya terikat memberikan perlindungan terhadap anggotanya tetapi juga memberikan perlindungan kepada masyarakat, pembelaan terhadap institusinya sendiri sangat tinggi sekali," kata Irma dalam diskusi bertajuk `Hospital tanpa Hospitality` di Jakarta Pusat, Sabtu (27/1/2018).

Irma lebih lanjut menceritakan salah satu contoh kasus yang dinilai menjadi kelemahan IDI dalam memberikan perlindungan. Kasus itu menimpa koleganya berinisial IS yang kebetulan juga berprofesi sebagai dokter dan diduga mendapatkan pelecehan seksual dari senior sekaligus atasannya.

Tak terima, dokter tersebut kemudian mengadu ke IDI. ‎Bukan pendampingan yang didapat, justru dokter tersebut diancam tidak diberikan surat izin praktek.

"Ini satu contoh kasus yang saya kawal langsung, dan Alhamdulillah, akhirnya saya berbicara dengan IDI meski dengan susah payah masalah ini bisa saya selesaikan. Saya yakin kasus serupa masih ada, buktinya akhir-akhir ini muncul lagi di Surabaya," tutur dia.

Dugaan pelecehan seksual oleh oknum perawat di RS National Hospital Surabaya sebelumnya dialami seorang pasien caktik. Dimana diduga pasien tersebut diremas-remas payudaranya saat dalam keadaan setengah sadar karena pengaruh bius.

Kasus itu terjadi pada Selasa 23 Januari kemarin antara pukul 11.30 sampai 12.00 WIB. Kasus itu kemudian di bawa ke ranah hukum oleh suami sekaligus kuasa hukum korban, dan korban pun Zunaidi Abdillah.‎

TAGS : Ikatan Dokter Pelecehan Seksual DPR




TERPOPULER :