Kamis, 23/11/2017 10:48 WIB

DPR Sesalkan Kontrak Impor LNG dengan Singapura

Padahal, menurut Ahmad Ali, Indonesia memiliki jumlah kargo LNG besar setiap tahunnya.

Ilustrasi pengeboran Migas (foto: SKK Migas)

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Ahmad M Ali menyesalkan kontrak impor LNG yang dilakukan pemerintah, kepada salah satu perusahaan Singapura Keppel Offshore & Marine LNG. Padahal, menurut Ahmad Ali, Indonesia memiliki jumlah kargo LNG besar setiap tahunnya.

“Jika meang benar ada kontrak impor LNG dengan Keppel, perusahaan Singapura itu sangat disayangkan. Awalnya kita mengira ini hanya sekedar rencana semata, mengingat besarnya kargo LNG kita yang tidak laku setiap tahunnya,” kata Ahmad Ali lewat siaran pers, Senin (11/9) di Jakarta.

Sebelumnya pemerintah berasalan kontrak tersebut diteken untuk pengadaan gas dan minyak serta pemenuhan kebutuhan ebergi listrik oleh PLN. Harga yang ditawarkan pun cukup murah, yakni 3,8 dolar AS/mmbtu.

"Mungkin kalau logikanya B to B, bisa jadi cocok dengan harga itu karena memang terbilang murah. Tetapi pemerintah harus ingat bahwa PLN adalah perusahaan negara yang harusnya bisa saling mengisi dengan Pertamina, terutama membeli kargo LNG dalam negeri," terangnya.

Politisi Partai Nasdem ini menyebut menangani masalah energi tidak bisa sekedarnya saja, apalagi dalam kacamata bisnis mengandalkan peran Kartel dan broker. Mesti ada skema yang padu dan terintegrasi lewat road map Industrialisasi nasional.

PLN, urai dia, sebagai perusahaan listrik negara dapat menjadi mitra strategis dengan pertamina untuk mendorong lahirnya kawasan industri berbasis energi gas.

"Banyak cara bisa dengan bangun kota gas, pemukiman dapur berbasis gas, konversi bahan bakar untuk nelayan, listrik industri UMKM misalnya semua itu memungkinkan," sebutnya.

Data Kementerian ESDM menyebutkan pada 2014, kargo tidak terserap mencapai 22 kargo, dengan rincian 16 kargo diekspor dan sisanya untuk domestik. Sementara pada 2015 kargo tidak terserap sebesar 66.

Rincian 60 kargo diekspor dan 6 kargo untuk dalam negeri. Sedangkan tahun 2016 juga terdapat 66,6 kargo tidak terserap. Terdiri dari 43 kargo diekspor dan 23,6 kargo untuk dalam negeri.

"Ini kan aneh dan ajaib. Kargo dalam negeri tidak terserap kita malah impor. Diperkirakan data ESDM menunjukan jika tidak ada permintaan terhadap LNG dalam negeri, angka tersebut terus bertambah hingga 2035 dengan rata-rata jumlahnya mencapai 50-60 kargo per tahun," terangnya. (Ant)

TAGS : Impor LNG Singapura Migas




TERPOPULER :