ASN Kemenag Diingatan, Jangan Jadi Pemantik Intoleransi
Ancaman nyata yang dihadapi saat ini antara lain adalah Terorisme, Radikalisme, Intoleran, serta Konflik Identitas (SARA).
Upaya pemerintah untuk mewujudkan lingkungan belajar yang bebas dari intoleransi dan diskriminasi, serta tindak kekerasan harus kita dukung sepenuhnya.
melawan gerakan radikalisme intoleransi yang sudah sangat massif
Menjaga kesehatan tubuh sangat penting, terutama dalam mengkonsumsi susu pilihan yang bebas dari laktosa.
Saifuddin melakukan penistaan agama Islam dengan terbuka meminta agar 300 ayat Al Quran dihapus atau direvisi karena dia pahami sebagai mengajarkan kekerasan dan terorisme, dan bahwa Pesantren adalah sumber terorisme.
Media sosial seperti instagram, WhatsApp, twitter dan lainnya menjadi sarana yang paling besar dalam melancarkan intoleransi, yakni sebesar 51,9 persen.
Bermodal elektoral yang tinggi dan terus bersama rakyat
Dia menegaskan bahwa segala bentuk intoleransi tidak akan dibiarkan terjadi dalam sistem pendidikan Indonesia.