Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meyebut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump gila
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan Washington untuk meningkatkan sanksi terhadap Korea Utara atas program rudal nuklirnya
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis mengisyaratkan adanya opsi militer di Semenanjung Korea
Peluncuran peluru kendali tersebut memicu ketegangan lanjutan setelah Pyongyang pada baru-baru ini menguji bom nuklir terkuatnya.
Seorang diplomat utama Washington mengatakan, pemerintah Amerika Serikat akan terus mencari solusi damai untuk masalah nuklir Korea Utara sampai dibutuhkan kekuatan militer.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Nikki Haley memperingatkan Korea Utara akan hancur lebur jika terus melakukan tindakan sembrono
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley mengatakan Dewan Keamanan PBB kehabisan opsi untuk menekan program nuklir Korea Utara
Pemerintah Kuwait memutuskan mengurangi staf diplomatik, dan berhenti mengeluarkan visa baru untuk warga Korea Utara.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bersumpah akan menyelesaikan program senjata nuklirnya untuk menghadapi sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PPB
Organisasi North Atlantic Treaty Organization (NATO) menyerukan ada tanggapan global terhadap uji coba rudal balistik Korea Utara pada Jumat (15/9).