Latihan tersebut dilakukan ketika AS berusaha membentuk koalisi maritim internasional di Teluk Persia menyusul serangan mencurigakan terhadap kapal yang dialamatkan kepada Iran di jalur itu.
Rouhani menggamberkan tekanan Amerika Serikat (AS) sebagai perang ekonomi habis-habisan, yang tidak hanya gagal dari tujuannya, tetapi juga akan terus terbukti sia-sia.
Rouhani menggambarkan Yesus Kristus sebagai nabi yang membawa perdamaian, kebaikan dan kebebasan.
Jepang menginginkan Iran tetap komitmen pada JCPOA meskipun AS keluar dari kesepakatan tersebut.
Bulan lalu, Suriah mengatakan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa AS sudah menduduki ladang minyaknya dan menjarah sumber dayanya karena badan dunia tetap diam atas tindakan penyelewengan.
Rouhani mengecam sanksi dan tindakan terorisme ekonomi yang dijadikan Paman Sam sebagai senjata untuk mendominasi dan memaksakan tuntutannya sendiri yang tidak sah di negara-negara lain.
Dunia Muslim memiliki potensi besar di sektor geografi, energi, populasi, industri dan budaya, tetapi sayangnya bergulat dengan masalah.
Kunjungan perdana menteri Jepang ke Teheran dan undangan Rouhani melakukan perjalanan ke Tokyo pada saat Iran berada di bawah sanksi terberat AS adalah contoh keberanian dan kebijaksanaan Jepang.
Rouhani menekan bahwa Iran tidak punya pilihan lain selain melawan mereka yang telah menjatuhkan sanksi.
Hubungan AS dan Iran makin memanas sejak Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir antara Iran dan negara-negara kekuatan dunia yang disepakati tahun 2015.