Washington memasukkan daftar hitam kapal tanker Adrian Darya 1 Iran dan menjatuhkan sanksi kepada kaptennya.
Inggris menahan kapal itu atas permintaan AS, yang telah berusaha menyusahkan kapal-kapal minyak internasional Iran sebagai bagian dari kampanye tekanan ekonomi terhadap Republik Islam.
AS mengumumkan rencana membentuk koalisi militer internasional untuk melindungi perairan Iran dan Yaman, menyusul serangan terhadap dua kapal tanker pada Juni.
Kapal tanker Iran yang baru saja dilepaskan oleh Gibraltar, mengubah tujuannya dari semula menuju Yunani, menjadi pelabuhan Turki pada Sabtu (24/8).
Washington akan bertindak terhadap siapa pun yang secara langsung atau tidak langsung membantu kapal tanker itu.
Kapal tanker milik Iran, Grace 1 rupanya tidak berlayar menuju ke Yunani. Demikian ditegaskan oleh Perdana Menteri Yunani, Kyrikos Mitsotakis pada Kamis (22/8).
Kapal yang sebelumnya ditahan oleh angkatan laut Inggris itu menuju ke arah Laut Mediterania, dengan tujuan berikutnya Yunani.
Baeidinejad membantah klaim bahwa perubahan nama kapal tanker itu bertujuan menghindari sanksi AS.
DOJ juga menuduh bahwa ada skema untuk secara tidak sah mengakses sistem keuangan AS untuk mendukung pengiriman ilegal ke Suriah dari Iran.
Gibraltar baru mengakui bahwa AS mengajukan permohonan menahan Grace 1 setelah media Inggris melaporkan rencana pembebasan kapal tersebut.