Nobel perdamaian tokoh Myanmar Aung Saan Su Kyi harus segera dicabut. Sebab, pembantaian terhadap warga muslim Rohingya oleh pemerintahan Saan Su Kyi sudah keji melampaui batas dan tidak punya toleransi.
Pembantaian warga muslim Rohingya oleh militer Myanmar menuai kecaman. Untuk itu, kejahatan kemanusiaan di Myanmar yang menimpa etnis Rohingya harus menjadi perhatian dunia.
Pemerintahan Presiden Jokowi diminta untuk segera melayangkan kecaman keras terhadap Myanmar terkait pembantaian warga Muslim Rohingya oleh militer Myanmar.
PKB menyerukan kepada pemerintah Myanmar dan berbagai negara lain yang memiliki kepentingan ekonomi di Myanmar untuk lebih menempatkan kepentingan kemanusiaan.
Tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar menyita perhatian dunia Internasional. Fraksi PKB misalnya, mengutuk keras pembantaian warga muslim Rohingya oleh militer Myanmar.
Pemerintahan Presiden Jokowi didesak untuk ikut mengambil peran terkait pembantaian militer Myanmar terhadap warga muslim Rohingya.
Tindakan brutal militer Myanmar dalam pembantaian warga muslim Rohingya adalah kejahatan kemanusiaan atau "crime against humanity" yang wajib dihukum oleh dunia internasioal.
Tindakan brutal militer Myanmar tidak bisa ditolerir. Sebab, pembantaian terhadap ratusan warga muslim Rohingya oleh tentara Myanmar sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan yang begitu kejam.
Ketum PKB Muhaimin Iskandar, mempertanyakan keberadaan San Suu Kyi atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan tentara Myanmar terhadap warga Rohingya.
Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengajak kepada seluruh umat Islam di dunia untuk mendoakan keselamatan warga Rohingya di Myanmar.