Tindakan brutal militer pada tahun 2017 memaksa sekitar 740.000 Rohingya di negara bagian Rakhine melintasi perbatasan ke Bangladesh.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengutuk keras pembantaian umat muslim di New Zealand. Penembakan umat muslim di dalam masjid tersebut dinilai sebagai tindakan biadab.
Haque menuduh Myanmar hanay mengumbar "janji kosong dan berbagai pendekatan penghalang" selama negosiasi pengembalian.
April lalu, Duterte juga menyebut tindakan keras militer terhadap komunitas Rohingya di Negara Bagian Rakhine Myanmar sebagai genosida.
Duterte mengatakan, akan dengan senang hati membantai jutaan pecandu narkoba di Filipina, seperti yang dilakukan Nazi terhadap jutaan orang Yahudi.
Wakil Menteri Luar Negeri Polandia, Szymon Szynkowski mengatakan, pernyataan rasis itu membuat Warsawa membatalkan pertemuan penting dengan Yerusalem.
Keputusan itu menyusul pernyataan Netanyahu dikutip mengatakan bahwa "Polandia bekerja sama dengan Jerman" dalam pembataian Yahudi.
Etnis Rohingnya itu akan di penjara jika kembali ke Bangladesh.
Di hari yang sama, dua pria etnis Rakhine beragama Budha menghilang saat memancing dan kemudian ditemukan tewas dengan leher tergores.
Pemuda Rohingya yang tinggal di negara bagian Rakhine, Myanmar menghadapi pembatasan serius untuk mendapaptkan akses ke sekolah sejak pecahnya kekerasan di sana pada tahun 2012.