Pentagon mengirim pasukan pada Selasa malam setelah terjadi protes keras berujung penjarahan di kota tersebut.
Washington bertujuan untuk mempertahankan kemampuannya untuk meningkatkan pasukannya di kawasan itu dalam waktu singkat.
Namun, angka itu jauh lebih rendah daripada angka-angka yang diterbitkan oleh kelompok hak asasi.
Menurut laporan itu, Pentagon juga mengembangkan kemampuan militer robot dan menemukan metode yang mirip dengan Rusia.
Tentara itu dirawat di rumah sakit pada 21 Maret dan meninggal seminggu kemudian
Pentagon mengatakan pada Jumat (21/2), 110 anggota layanan didiagnosis cedera otak traumatik setelah serangan Iran pada 8 Januari.
AWR dirancang untuk memonitor kondisi pertanian hingga di level kecematan. Fungsinya tak melulu soal pertanian, AWR juga dapat digunakan untuk menganalisis perkiraan cuaca dan bencana.
Pentagon menempatkan jumlah orang yang terluka setelah serangan Iran itu sekitar 34 orang.
Konspirator di California kemudian menghubungi Pentagon dan mengkonfirmasi bahwa Arslan secara curang menerima dana kontrak.
Serangan awal balas dendam Teheran terhadap Pentagon ini meningkatkan momok konflik Timur Tengah, dan gangguan pada aliran minyak mentah.