Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa meluncurkan bahan bakar `Made in Bali` di Denpasar, Bali, Jumat (8/4). Bahan bakar `Made in Bali` tersebut dapat digunakan sebagai bahan bakar pemanas untuk industri.
Tugas berat sudah menanti mereka berdua, antara lain menyelesaikan sejumlah aturan turunan Undang-Undang IKN dan mempersiapkan kelengkapan organisasi, serta berkoordinasi dengan Bappenas dan kementerian terkait yang selama ini mempersiapkan rancangan IKN.
Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Bali menjadi krusial, mengingat peran Bali sebagai barometer pariwisata Indonesia di mata dunia.
Selain prevalensi stunting, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebut terdapat dua tantangan lainnya yakni peningkatan kasus penyakit degeneratif seperti stroke, jantung, kanker, dan diabetes, serta tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Subandi Sardjoko mengatakan, generasi milenial dan generasi Z dengan status gizi yang baik, memiliki potensi menjadi SDM unggul dan berdaya saing di masa depan.
Suharso mengatakan penyamaan tunjangan itu sudah dibahas KPK dengan pemerintah bertahun-tahun.
Saat ini sedang terus dilakukan pembicaraan intensif yang melibatkan Kemendagri, KemenkoPMK, dan Bappenas untuk menyikapi regulasi tersebut.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Kementerian PPN/Bappenas dan mendorong agar menggunakan anggaran secara berkualitas.
Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mempertanyakan skenario besar atau grand design dalam menghadapi profil utang luar negeri dan jatuh tempo pada 5 hingga 15 tahun mendatang. Sebab rasio utang pemerintah terus mengalami peningkatan dari 30,2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2019 menjadi 39,4 persen dari PDB pada tahun 2020, akibat defisit keuangan negara yang disebabkan pandemi Covid-19.