Ketua MPR Zulkifli Hasan menegaskan, tidak benar jika Pemilu disebut sebagai perang total. Sebab, pada dasarnya Pemilu merupakan pesta demokrasi bagi seluruh rakyat.
Mendekati pemilu 2019, Mahyudin mengingatkan agar masyarakat tidak gampang dibohongi berita hoax. Caranya, masyarakat tidak dengan mudah menyebarkan sebuah berita, jika kebenarannya belum bisa dipastikan.
Mahyudin banyak pejabat yang sengaja mencari pengusaha yang mau membiayai ongkos politik. Sebagai kompensasi adalah proyek atau lahan
Menurut Ma’ruf, kalau musyawarah mencapai mufakat dilakukan atas dasar nilai-nilai transendental hikmat kebijaksanaan, maka apapun keputusan yang diambil akan bisa diterima oleh semua pihak dan semua bertanggung jawab melaksanakannya
Untuk mendapatkan pemimpin yang baik, menurut Mahyudin masyarakat harus menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan. Harus dilihat bobot, bibit dan bebet. Bukan semata karena bantuan sembako atau uang transportasi.
Dalam acara sosialisasi yang dihadiri ratusan masyarakat Kota Bangun, Mahyudin menyebut bahwa Pancasila adalah alat pemersatu bangsa.
Pertemuan Sesjen MPR dengan komunitas Tikus Pithi Hanata Baris berlangsung setelah sebelumnya, Ketua MPR menerima dan menyampaikan orasi dihadapan masa aksi yang menuntut capres cawapres independen
Dirinya mengharap agar para mahasiswa memaksimalkan dirinya saat kuliah. IAIN harus mampu mencetak generasi muda Islam menjadi cendekiawan Muslim yang bisa ikut mensosialisasikan ideologi kebangsaan
Saat ini, kata Zulkifli, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hanya membolehkan calon presiden yang berasal dari partai politik atau gabungan partai politik. Berbeda dengan Bupati dan gubernur, yang boleh dari calon independen.
Di hadapan para pemuka agama yang datang dari MUI, PGI, KWI, PHDI, Walubi, dan Matakin; saat Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tungga Ika, di Samarinda, Kalimantan Timur, 18 Maret 2019, Wakil Ketua MPR Mahyudin mengatakan Empat Pilar MPR merupakan alat pemersatu bangsa. Untuk itu kegiatan yang digelar di Aula Kantor Gubernur Kalimantan Timur itu dikatakan sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa persatuan