Hal tersebut dikatakan HNW dalam pemaparan Sosialisasi Empat Pilar MPR di hadapan sekitar 200 lebih peserta Kajian Fiqsos Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) bertema `69 Tahun Mosi Integral Mohammad Natsir, Kekuatan Politik Islam Pembentuk NKRI`
Hidayat Nur Wahid MA, mengajak generasi millenial yang tergabung dalam Komunitas Ladang Amal (Kalam) menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Syukur
Pernyataan itu dikemukakan Sesjen MPR, saat menyampaikan pidato kebangsaan, dihadapan peserta Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I, dan Seminar Kebangsaan Mahasiswa Pancasila (Mapancas). Acara tersebut berlangsung di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR, DPR dan DPD Senayan Jakart
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengajak ratusan warga Kelurahan Pasar Manggis dan Menteng Atas, Kecamatan Setia Budi, menyanyi lagu ‘Mars Hari Merdeka’ dan ‘Syukur
Anggota MPR Rambe Kamarul Zaman mengatakan dalam UUD dan UU disebutkan tentang pemilu yang jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia.
Sekjen Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus, yang hadir mewakili Ketua Partai Golkar Airlangga Hartarto, menuturkan dirinya memberi apresiasi atas apa yang dilakukan oleh FPG di MPR.
Padahal, lanjut Hidayat, yang selama ini mengaku-aku paling Pancasila pun kerap tak terdengar keberpihakannya di saat ada persoalan bangsa yang menyangkut Pancasila.
Pernyataan Basarah didasari atas adanya propaganda di sebagian tengah-tengah masyarakat Indonesia yang masih mempertentangkan antara agama dan negara, antara Islam dan kebangsaan bahkan ingin mengadu domba antara golongan Islam dan golongan Nasionalis.
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa secara prinsip sangat tidak boleh sebab sangat penting untuk masyarakat Indonesia menjalani politik yang berprinsip dan beretika.
Di hadapan warga desa Sei Beras-Beras, Idris Laena mengatakan Indonesia adalah bangsa yang besar. Untuk itu kebesaran bangsa ini harus dirawat dan dijaga.