Terlepas dari langkah Washington, analis mengatakan pasar minyak global akan mampu mengatasi gangguan Iran, karena ada cukup kapasitas cadangan dari pemasok lain.
Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent naik di atas US$72,90 untuk pertama kalinya sejak November 2018, mencapai tinggi US$72,93 tak lama setelah 01.00 GMT, naik sebesar 1,3 persen dari penutupan terakhir mereka.
Minyak mentah berjangka Brent berada di harga US$71,80 per barel pada 20.00 WIB, naik 18 sen dari penutupan terakhir mereka, dan mendekati harga tertinggi dalam lima bulan terakhir pada Rabu lalu di angka US$72,27 per barel.
Minyak mentah Brent berada di harga US$71,40 per barel pada 00.15 GMT, turun 15 sen atau 0,2 persen, dari penutupan terakhir mereka.
Minyak mentah internasional Brent berjangka berada di harga US$71,13 per barel pada 12.01 GMT, turun 60 sen dari penutupan terakhir mereka.
Harga minyak mentah Brent berada di angka US$66,79 per barel pada 00.22 GMT, turun 29 sen atau 0,4 persen dari penutupan terakhir mereka.
Harga minyak mentah Brent berada di angka US$67,15 per barel pada 01.26 GMT, delapan sen di bawah penutupan terakhir mereka.
Harga minyak dunia menemukan posisi stabil pada Selasa (26/2) pagi, setelah jatuh tiga persen pada sesi sebelumnya.
Minyak mentah Brest berada di harga US$62,26 per barel pada 00.05 GMT (07.05 WIB), naik 14 sen atau 0,2 persen dari penutupan terakhir.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menyentuh angka US$56 per barel untuk pertama kalinya tahun ini. Terpantau pada 01.12 GMT, masih naik 0,8 persen dari penyelesaian terakhir mereka.