Harga minyak dunia turun pada Kamis (7/2) pagi, setelah persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) naik, dan tingkat produksi di negara itu bertahan di level rekor.
Namun demikian, sanksi-sanksi Amerika Serikat terhadap minyak Venezuela dan pemotongan pasokan minyak mentah yang dipimpin Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) membatasi penurunan lebih lanjut harga minyak.
Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di harga US$54,77 per barel pada 02.23 GMT, naik 21 sen atau 0,4 persen.
Minyak mentah berjangka Brent LCOc1 berada di US$60,70 per barel pada 09.40 GMT, naik enam sen atau 0,1 persen.
Minyak mentah berjangka internasional Brent berada di US$59,91 per barel pada 0403 GMT, turun 57 sen, atau 0,9 persen dari penutupan terakhir mereka.
Kendati demikian, reli minyak lebih dari seminggu melambat karena optimisme seputar pembicaraan perdagangan AS-China mulai memudar.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 berada di USD 51,93 per barel pada 0033, turun 43 sen, atau 0,8 persen.
Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka internasional Brent LCOc1 berada di harga US$57,77 per barel pada 01.13 GMT, naik 44 sen, atau 0,8 persen dari penutupan terakhir mereka.
Minyak mentah berjangka internasional Brent LCOc1 berada di harga US$56,12 per barel pada 05.42 GMT, naik 17 sen, atau 0,3 persen, dari penutupan terakhir mereka.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di harga US$45,93 per barel pada 01.52 GMT, turun 61 sen atau 1,3 persen dari penyelesaian terakhir mereka.