Menjelang HUT Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) ke-76, Persit KCK PD I/Bukit Barisan menggelar pemeriksaan mammografi, USG Mammae, dan papsmear gratis pada Kamis (24/3).
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengajak perempuan Indonesia supaya tidak menyepelekan ancaman kanker payudara, yang bisa menghinggapi siapapun.
Deteksi dini kanker payudara melalui metode Periksa Payudara Sendiri (Sadari), bukan untuk menggantikan peran dokter. Kendati demikian, Sadari berguna untuk mengetahui adanya benjolan, yang merupakan salah satu gejala kanker payudara.
Kanker payudara tidak hanya momok menakutkan bagi semua kaum hawa. Laki-laki pun demikian. Pasalnya, kanker pembunuh nomor satu ini juga berpeluang terjadi pada kaum adam.
Ketua Peraboi, dr. Walta Gautama, SpB(K)Onk, menyebut belum ada regulasi yang mengatur tentang apa yang harus dilakukan masyarakat, setelah terdiagnosis dugaan kanker, khususnya kanker payudara.
Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (Peraboi) mengapresiasi upaya Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), menggencarkan deteksi dini kanker payudara melalui Periksa Payudara Sendiri (Sadari).
"Unit forensik akuntansi direktorat deteksi dan analisis korupsi KPK tidak cermat dalam menghitung jumlah kerugian negara," kata Rosmina.
Kanker payudara menjadi momok menakutkan bagi setiap perempuan. Penyakit itu saat ini merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia.
Perketat pengawasan aturan karantina pelaku perjalanan dari luar negeri, mengingat case Omicron sudah terjadi di sejumlah negara di luar Afrika. Pengetatan karantina juga perlu dilakukan untuk semua suspect sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan masuknya varian baru Corona di Indonesia.
Banyak mitos yang beredar di tengah masyarakat seputar kanker payudara. Salah satunya, perempuan dengan payudara besar rentan mengidap penyakit mematikan ini.