Negara dinilai sudah hadir mengatasi berbagai aksi terorisme di tanah air. Aksi teror beruntun di Markas Mako Brimob, Depok dan pemboman tiga gereja di Surabaya, sudah diatasi dengan baik oleh aparat penegak hukum seperti Kepolisian, Densus 88, Gegana, BNPT, dan BIN.
belasungkawa yang sedalam-dalamnya terhadap korban aksi teroris yang terjadi, Baik korban kerusuhan di Lapas Mako Brimob, maupun Korban dari aksi bunuh diri yang terjadi di Surabaya.
Insiden di Mako Brimob dan bom bunuh diri di Gereja Surabaya Jawa Timur Minggu (13/5) pagi ini ternyata menyita perhatian Maia Estianty.
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo prihatin dan menyampaikan dukacita mendalam bagi semua anggota Brimob yang tewas dalam kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (8/5/2018) malam.
Namun Setyo menuturkan bekas luka pada sekujur tubuh korban seperti akibat sayatan senjata tajam.
Sebanyak lima anggota polisi tewas saat kerusuhan yang terjadi di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Mayoritas korban akibat luka bacokan di leher dan sekujur tubuh.
Pimpinan DPR mempertanyakan kesiapan aparat kepolisian dalam menghadapi kerusuhan yang terjadi di Rutan Mako Brimob. Sebab, akibat insiden tersebut, lima anggota polisi dan satu napi teroris tewas.
Komisi III DPR meminta aparat kepolisian mengungkap fakta kerusuhan oleh napi teroris yang terjadi di Rutan Mako Brimob. Insiden tersebut mengakibatkan lima anggota polisi dan satu orang napi tewas.
Acara tersebut digelar di depan Mabes Polri Jakarta, pada Kamis (10/5) malam.
Tito kemudian meminta agar jajarannya memberikan warning terlebih dahulu kepada para narapidana terorisme agar tak ada lagi korban jiwa.