Pabrikan asal Jerman ini targetkan hingga 2030 mendatang, sekitar 80 persen kendaraan bertenaga listrik bakal dilepas ke pasar global.
“Kami memperkirakan biayanya akan menjadi sekitar Rp3.460 triliun rupiah atau sekitar 266 triliun per tahun hingga 2030”
"Target kendaraan listrik dalam dokumen Grand Strategi Energi Nasional dan Rancangan Net Zero Emission adalah sekitar 2 juta kendaraan listrik roda empat dan 13 juta kendaraan listrik roda dua pada tahun 2030"
Hyundai berencana untuk merilis setidaknya 17 model nol-emisi, terdiri dari 11 dari Hyundai dan enam dari Genesis di pasar pada tahun 2030.
Inggris Raya dan Republik Irlandia menarik diri dari pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2030. Kedua negara berencana untuk mengajukan tawaran resmi untuk tuan rumah Euro 2028.
Kalau kondisi ini terus berlanjut, maka penerimaan negara dari sektor migas akan terancam merosot. Sementara net impor migas akan semakin tinggi. Sedang target satu juta barel minyak per hari di tahun 2030 tinggal menjadi mimpi. Ini adalah kondisi yang tidak kita inginkan.
Teknologi digital merupakan katalis untuk tujuan global. Dimana, teknologi digital melekat pada 17 target dari TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) dan 169 target dalam Agenda 2030. Penanganan pandemi Covid-19 menyadarkan kita betapa tentang pentingnya percepatan mewujudkan masyarakat digital.
Peta jalan itu akan menjadi pijakan bagi industri hulu migas dalam mencapai target produksi minyak 1 juta barel dan 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030, dengan tetap mendukung pencapaian target pembangunan rendah karbon.
Peningkatan pasokan listrik tersebut sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN periode 2021-2030, yang mengutamakan pembangkit listrik dengan sumber EBT.
Ekspo Dunia 2030 di Riyadh akan bertepatan dengan puncak Visi Kerajaan 2030.