Teknologi digital merupakan katalis untuk tujuan global. Dimana, teknologi digital melekat pada 17 target dari TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) dan 169 target dalam Agenda 2030. Penanganan pandemi Covid-19 menyadarkan kita betapa tentang pentingnya percepatan mewujudkan masyarakat digital.
Peta jalan itu akan menjadi pijakan bagi industri hulu migas dalam mencapai target produksi minyak 1 juta barel dan 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030, dengan tetap mendukung pencapaian target pembangunan rendah karbon.
Peningkatan pasokan listrik tersebut sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN periode 2021-2030, yang mengutamakan pembangkit listrik dengan sumber EBT.
Ekspo Dunia 2030 di Riyadh akan bertepatan dengan puncak Visi Kerajaan 2030.
Kerajaan juga akan bergabung dengan Ikrar Metana Global untuk berkontribusi dalam mengurangi emisi metana global sebesar 30 persen pada tahun 2030, sebagai bagian dari komitmennya untuk memberikan masa depan yang lebih bersih dan lebih hijau.
Jika kita kawal secara cepat dan tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi raksasa digital setelah China dan India, dan dapat membawa kita menjadi ekonomi terbesar dunia ketujuh di 2030.
Sejumlah Gubernur mendukung pencanangan bebas rabies 2030 yang diprogramkan Kementerian Pertanian (Kementan).
Serum Scovet ASF yang merupakan produk biologis berupa serum konvalescen African Swine Fever dari babi yang sembuh dari penyakit ASF.
Instrumen pajak karbon ini kami perjuangkan sebagai bukti komitmen Indonesia menuju ekonomi hijau dan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebanyak 29 persen pada 2030 sesuai Perjanjian Paris.
usulan pembangunan PLTU baru akan ditiadakan.