Akhir November 2017, Pyongyang menembakkan rudal balistik antarbenua Hwasong-15.
Korea Utara selama bertahun-tahun berada di bawah serangkaian sanksi keras yang dijatuhkan AS dan PBB untuk program-program rudal balistik nuklir dan balistiknya.
Utusan Iran untuk PBB telah mengecam upaya Amerika Serikat untuk menggambarkan program rudal konvensional Teheran sebagai pelanggaran terhadap Resolusi 2231 Dewan Keamanan yang mendukung perjanjian nuklir 2015
Joint Rivet RC-135W melintasi wilayah metropolitan Seoul setelah Korea Utara mengumumkan sedang menguji coba rudal yang dipandu taktis minggu lalu.
Salah satu mantan dari Departemen Luar Negeri AS, Mark Fitzpatrick, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa senjata itu adalah "senjata taktis dan bukan rudal".
Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar menilai, pembelian sistem rudal pertahanan udara Rusia oleh Turki seharusnya tidak memicu sanksi Amerika Serikat karena Ankara bukan musuh Washington
Rudal akan dipasang ke kendaraan dan dirancang untuk menghancurkan pesawat, drone, atau rudal musuh dari luar jangkauan visual.
Amerika Serikat belum mengusulkan tindakan konkret oleh dewan untuk memperketat pembatasan rudal terhadap Iran.
Surat kabar itu juga mengutip Suh yang mengatakan Korea Utara terus mengoperasikan fasilitas pengayaan uraniumnya di kompleks nuklir utama Yongbyon.
Serangan bunuh diri 13 Februari terhadap penjaga perbatasan IRGC yang menewaskan 27 orang dilakukan warga negara Pakistan atas permintaan Arab Saudi