Moskow dengan sangat terpaksa akan mulai mengembangkan rudal jarak pendek dan menengah yang beerbasis nuklir, jika Washington mulai mengembangkan senjata.
Korea Utara (Korut) kembali meningkatkan demonstrasi senjatanya, pada Selasa (6/8) dini hari, usai menembakkan sejumlah rudal ke arah laut.
Trump menepis kekhawatiran bahwa sejumlah uji coba rudal Korea Utara baru-baru ini melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
NATO juga menyalahkan Rusia atas runtuhnya perjanjian itu dan berjanji untuk menanggapinya dengan cara yang terukur dan bertanggung jawab atas penyebaran rudal jelajah Moskow.
Korea Utara (Korut) menembakkan rudal balistik jarak pendek sebanyak dua kali ke arah lepas pantai timur, pada Jumat (2/8).
Kim Jong Un dilaporkan mengawasi langsung uji coba rudal, yang diluncurkan dua kali dalam tempo waktu satu minggu.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo berharap pembicaraan nuklir dengan Korea Utara, dapat dimulai kembali dalam waktu cepat.
Korea Utara (Korut) kembali menembakkan dua rudal balistik jarak pendek di lepas pantai timur, pada Rabu (31/7) pagi.
Serangan itu menghantam gudang yang digunakan untuk menyimpan peluncur rudal balistik yang dibawa dari Iran baru-baru ini.
Meskipun Pyongyang menyebut tes itu sebagai peringatan keras terhadap tetangga koreanya, Trump mengatakan, rudal tersebut merupakan peluru kendali jarak dekat yang banyan dimiliki negara lain.