persoalan literasi karena sebagian masyarakat belum memiliki budaya baca yang baik.
Literasi mampu mengantarkan negara menuju peradaban maju. Literasi yang rendah mengakibatkan produktivitas menurun, beban biaya kesehatan meningkat dan pengangguran bertambah.
Dua kata kunci yang menjadi fokus program kerja Duta Baca Indonesia (DBI) Gol A Gong sejak dikukuhkan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando adalah kolaborasi dan integrasi.
Masyarakat Indonesia harus memanfaatkan momentum Hari Buku Nasional (Harbuknas), yang diperingati setiap 17 Mei, untuk meningkatkan minat baca.
Setelah Najwa Shihab, tongkat estafet Duta Baca Indonesia (DBI) kini berlanjut ke tangan kepada pegiat literasi Heri Hendrayana Harris atau yang akrab disapa Gol A Gong.
Angka ini cukup menguatkan bahwa orang Indonesia bukan malas membaca, tapi ketersediaan buku yang kurang.
Untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, Perpusnas menyediakan layanan daring yang bisa diakses setiap saat dan bebas biaya.
Bahaya-bahaya inilah yang kemudian mendorong Jawa Barat kian gencar melakukan gerakan literasi, yang dicanangkan secara jangka panjang untuk tahun 2018 hingga 2023.
Saat ini, indeks minat baca Kabupaten Magetan berada pada angka 74,76 (2019), yang diharapkan menjadi 80 dalam 5 tahun ke depan.