Pemerintahan Presiden Jokowi diminta untuk menindak segera pelaku insiden bom di Gereja Oikoumene Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11).
PGI mengimbau kepada seluruh umat kristen tetap tenang dan tidak membangun opini liar pasca insiden bom di Gereja Oikoumene.
Bom berdaya ledak rendah yang terjadi di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, akan berdampak buruk daripada trauma akibat bencana alam.
Intan Olivia Marbun (2,5), salah seorang balita korban ledakan bom di Gejera Oikoumene Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal dunia.
Insiden bom di Gereja Oikumene Samarinda sebagai bukti bahwa bahaya radikalisme agama.
Petunjuk orang itu kepada si pelaku, Samuel langsung memacu mobilnya dan mengejar laki-laki yang dikatakan berambut gondrong.
Dari informasi itu, terduga pelaku pernah dihukum 3 tahun 6 bulan terkait kasus terorisme dan dinyatakan bebas bersyarat pada 28 Juli 2014.
Dia melihat, Jemaat Gereja Oikumene langsung berlarian menuju altar untuk menghindari semburan api dari luar gereja
Kepolisian masih memeriksa pria bernama Joh alias Jo bin Muhammad Aceng, pria berusia 32 tahun.
Terduga pelaku dengan ciri-ciri berambut panjang, berhasil ditangkap warga saat hendak melarikan diri dengan cara berenang di Sungai Mahakam.