Uji coba rudal AS sehari sebelumnya menunjukkan, Washington sudah lama berencana meninggalkan perjanjian nuklir bilateral dengan Rusia.
Kim Jong Un kembali memantau langsung uji coba rudal keenam, yang diluncurkan Pyongyang pada Jumat (16/8) kemarin.
Proyektil ini merupakan yang keenam peluncuran dalam waktu kurang dari tiga minggu.
Rencana menempatkan rudal di Asia sudah tercium tak lama setelah Washington menarik diri dari pakta senjata era Perang Dingin.
Tentara Palestina konon dipersenjatai dengan senapan serbu, rudal anti-tank, dan granat tangan, yang salah satunya dilemparkan ke pasukan Israel, menurut keterangan militer di Twitter.
Peluncuran pada Sabtu juga merupakan peluncuran kelima sejak 25 Juli, ketika juga menembakkan dua rudal jarak pendek.
Peluncuran kelima dalam tempo waktu kurang dari tiga minggu itu dinilai sebagai sinyal penolakan atas latihan militer bersama, antara Amerika Serikat dengan Korea Selatan.
Uji coba rudal yang dipandu taktis adalah peringatan bagi latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.
Jerman mengutuk uji coba rudal balistik jarak pendek terbaru Korea Utara (Korut)
Pakta bilateral itu sudah memberi negara-negara lain, yaitu China kebebasan untuk mengembangkan rudal jarak jauh mereka sendiri.