Kunjungan delegasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ke MPR RI menjadi hal rutin dan selalu diterima dengan baik oleh Biro Humas Sekretariat Jenderal MPR RI sebagai tuan rumah.
Dia beralasan hal itu dikarenakan usia PTNU yang masih relatif muda. Namun dia optimistis PTNU memiliki potensi besar diminati masyarakat, karena unggul di bidang keagamaan.
Hanif menilai kondisi tersebut disebabkan karena kualitas lulusan perguruan tinggi yang masih belum sesuai dengan kebutuhan pasar kerja
Juga, 71,7 persen lulusan perguruan tinggi bekerja pada profesi yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Ketua MPR Zulkifli Hasan menerima sejumlah komponen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI), yaitu purnawirawan TNI-Polri, organisasi kejuangan (Pepabri, FKPPI, IARMI), mahasiswa dari enam perguruan tinggi, dan sepuluh organisasi kemasyarakatan.
Menristekdikti Mohamad Nasir menggarisbawahi, kendati anggota OKP bisa menyampaikan gagasan kebangsaannya lewat Unit Kegiatan Mahasiswa Pembinaan Ideologi Bangsa (UKM PIB), namun komisariat OKP tetap tidak boleh berdiri di dalam kampus.
Menurut Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Prof. Ismunandar, alasannya karena jumlah lulusan SMA dan ketersediaan kursi di perguruan tinggi negeri belum imbang.
Mohamad Nasir menyebut pembukaan program studi (prodi) baru harus tetap mempertimbangkan permintaan (demand) pasar.
Kriteria pendirian perguruan tinggi baru dipangkas. Jika sebelumnya untuk mendirikan program sarjana, magister, dan diploma butuh lima kriteria, kini dipangkas hanya tiga kriteria.
Menteri Nasir mengungkapkan, masalah yang umum terjadi saat ini ialah sulitnya penerbitan izin. Rata-rata membutuhkan waktu enam bulan hingga satu tahun.