"Kami undang 5 personil, 2 dari BPN dan 3 dari pengamat politik, dan disaksikan oleh media dan perwakilan mahasiswa, untuk melihat pusat hitung suara kami. Lalu setelah itu giliran kami datang ke Pusat Hitung BPN. Biar rakyat tahu, mana yang klaim dengan bukti, dan pihak mana yang memprovokasi," tegasnya.
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto mengapresiasi langkah masyarakat dan relawan yang penuh semangat mengawal proses penghitungan suara pemilu 2019 dari potensi kecurangan.
Sistem Pemilu serentak 2019 yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia harus menjadi evaluasi presiden Jokowi sebagai pengusul perubahan Undang-Undang Pemilu dan partai politik.
"Ini takdir Alloh SWT. Nama Prabowo belum tertulis dalam Arsy Alloh SWT sebagai presiden. Jadi jangan coba-coba melawan takdir," ujar Habib Sholeh.
Beberapa master of ceremony (MC) di Tim Advance sempat memberi testimoni soal suka duka selama kampanye Jokowi.
"Acara ini merupakan ekspresi rasa syukur. Insya Allah, kerja keras parpol, relawan, dan rakyat, Insya Allah memenangkan Pak Jokowi-Ma`ruf 55 persen walau kita menunggu keputusan final KPU," kata Karding.
Kebohongan-kebohongan yang dipublikasikan paslon 02 itu bertujuan untuk mem-framing pemikiran publik bahwa pemilu sekarang ini 02 sudah memenangkan pertarungan di setiap daerah.
BPN Prabowo-Sandiaga mencium aroma kecurangan sistemik di Pilpres 2019. Mulai dari indikasi ketidaknetralan aparat Kepolisian hingga upaya penghilangan suara masyarakat dalam proses perhitungan hasil Pemilu.
“Kubu 02 sedang membangun halusinasi seolah-olah menang dan sudah menjadi presiden dan wakil presiden," ungkap Teuku Neta Firdaus.
Pihak BPN menyarankan agar Erin Taulany membuat permintaan maaf terbuka meski kasus ini tidak diperpanjang.