Korea Utara juga mengklaim pesawat pengintai AS baru-baru ini melanggar wilayah udaranya di dekat pantai timur.
Tindakan terbaru oleh Korea Utara terjadi ketika Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), Jake Sullivan, berada di Tokyo untuk bertemu dengan mitranya dari Jepang dan Korea Selatan.
Ini terjadi setelah Iran pekan lalu meluncurkan rudal balistik baru yang mampu mencapai jarak 2.000 kilometer (1.242 mil) dan membawa hulu ledak seberat lebih dari satu ton.
Korea Utara juga telah melakukan serangkaian uji coba rudal dan senjata dalam beberapa bulan terakhir, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat yang baru.
Rudal, yang diduga merupakan jarak menengah atau lebih, terbang sekitar 1.000 km (621 mil) ke arah perairan antara Semenanjung Korea dan Jepang.
Selama latihan, sistem seluler Yars akan melakukan manuver di tiga wilayah Rusia, kata kementerian itu, tanpa mengidentifikasi wilayah tersebut.
Sebanyak 77 bahan dalam daftar itu akan dilarang diekspor ke Korea Utara melalui negara ketiga.
Foto-foto yang dirilis pada hari Jumat oleh media pemerintah negara itu menunjukkan Kim Jong Un menyaksikan peluncuran bersama putrinya.
Senjata itu terbang menuju perairan timur Semenanjung Korea setelah diluncurkan dari ibu kota Korea Utara, Pyongyang, sekitar pukul 7.10 pagi, kata militer dalam sebuah pernyataan.