Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai produk dalam negeri sendiri.
Inovasi antivirus berbasis eucalyptus ini dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan eucalyptus dalam mencegah COVID-19.
Saya mendukung penuh dan mengapresiasi inisiatif Kementerian Pertanian yang telah sampai pada produk antivirus Corona.
Langkah ini adalah sebagai bagian dari ikhtiar pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam menyikapi pandemi COVID-19 yang tengah mewabah.
Antivirus Corona paling utama saat ini adalah menggunakan masker, mengkonsumsi jamu, olahraga di bawah sinar matahari dan jaga jarak
Afivavir bukan hanya obat antivirus pertama yang terdaftar melawan virus corona di Rusia, tetapi juga mungkin merupakan obat anti-COVID-19 yang paling menjanjikan di dunia.
Data awal dari uji klinis di seluruh dunia menunjukkan, obat itu dapat mempersingkat waktu pemulihan pasien COVID-19 dalam empat hari.
Paparan hasil uji eucalyptus terhadap virus influenza, virus Beta dan gamma corona menunjukkan kemampuan membunuh virus sebesar 80-100%.
Dalam berbagai studi dikatakan bahwa cukup 5-15 menit diinhalasi akan efektif bekerja sampai ke alveolus. Artinya dengan konsentrasi 1% saja sudah cukup membunuh virus 80-100%.
Terobosan ini memiliki hasil pengujian eucalyptus terhadap virus influenza, virus Beta dan gamma corona