Molnupiravir, yang akan menjadi obat antivirus oral pertama untuk COVID-19 jika mendapat persetujuan peraturan, dapat mengurangi separuh kemungkinan kematian atau dirawat di rumah sakit untuk orang yang paling berisiko tertular COVID-19 yang parah.
Pfizer bersama sejumlah perusahaan kompetitor, termasuk Merck & Co Inc yang berbasis di AS, dan farmasi Swiss Roche Holding AG, berlomba untuk mengembangkan pil antivirus pertama untuk Covid-19.
Kimia Farma saat ini sudah bisa memproduksi sendiri obat antivirus Favipiravir dengan kapasitas produksi 2 juta tablet perhari.
Menkes Budi mengatakan, Favipiravir sendiri telah dikaji oleh lima profesi dokter di Indonesia.
McAfee tewas beberapa jam setelah Pengadilan Tinggi Spanyol setuju mengekstradisi dirinya ke Amerika Serikat (AS) untuk menghadapi tuduhan penggelapan pajak dengan ancaman hukuman sampai 30 tahun.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada November mengeluarkan rekomendasi bersyarat terhadap penggunaan Remdesivir pada pasien. Badan tersebut mengatakan tidak ada bukti, obat tersebut meningkatkan kelangsungan hidup dan hasil lain pada pasien ini.
Remdesivir versi Iran telah terbukti sangat manjur dalam uji klinis.
Obat antivirus, di antara yang pertama digunakan sebagai pengobatan untuk COVID-19, adalah salah satu obat yang baru-baru ini digunakan untuk mengobati infeksi virus corona Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Tetapi beberapa penelitian terkontrol plasebo menunjukkan obat ini tidak efektif untuk mengobati atau mencegah penyakit.
Saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) tengah melanjutkan riset eukalyptus, dan akan dilanjutkan dengan uji klinis bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan universitas.