Militer Israel mengatakan sudah mensiagakan pasukannya untuk menanggapi kemungkinan ancaman dari Iran. Israel juga sudah menutup Gunung Hermon, resor ski di Dataran Tinggi Golan yang diduduki, bagi para pengunjung.
IRGC mengumumkan pada Jumat (3/1) pagi bahwa Mayor Jenderal Soleimani dan al-Muhandis menjadi tegwas dalam serangan yang helikopter AS. Kelompok pro-pemerintah Irak juga mengkonfirmasi insiden itu.
Kematian Soleimani tidak akan menghentikan misinya, justru para penjahat yang memiliki "darah" Soleimani dan para martir lainnya yang tewas dalam serangan tersebut akan memberikan pembalasan yang mengerikan.
Roket-roket itu mendarat di dekat terminal kargo udara, membakar dua kendaraan dan melukai beberapa orang, kata Media Sel Keamanan Kementerian Dalam Negeri Irak dalam sebuah pernyataan sebelumnya.
Menurut Pertemuan Nasional Keluarga Para Martir Palestina, dari 149 korban 112 berasal dari Jalur Gaza yang terkepung dan 37 dari Tepi Barat yang diduduki.
Proyek ini akan menelan biaya 7,1 juta shekel Israel (USD2.055.617), dan sudah didukung Walikota Yerusalem, Moshe Lion sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi pengaruh UNRWA di kota yang diduduki.
Pemerintah dan perusahaan-perusahaan yang dikelola negara akan mendukung produksi dan pasokan smartphone Iran untuk mengimbangi dampak sanksi AS terhadap ekonomi digitalnya.
Menyusul ancaman Trump, Kepala Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan,pasukannya siap menghadapi AS dan sekutunya.
Terlepas dari semua tekanan dan sanksi, Israel dan AS sudah gagal membuat Iran menyerah. Justru negera tersebut bergerak maju meskipun situasi ekonominya mengerikan.
Perusahaan tersebut sudah membentuk usaha patungan dengan produsen dan dealer kendaraan Iran Iran Khodro dan Grup Mammut Iran untuk membuat dan mendistribusikan truk Mercedes-Benz dan komponen powertrain di negara tersebut.