Minggu, 26/07/2026 20:17 WIB

Wamenaker: Pelatihan Vokasi Nasional Investasi Siapkan SDM Siap Kerja





Pada 2026 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sendiri menargetkan 300 ribu peserta mengikuti berbagai program Pelatihan Vokasi Nasional di seluruh Indonesia

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor (Foto: Humas Kemnaker)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan program Pelatihan Vokasi Nasional menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja, produktif, dan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

Wamenaker menilai perubahan pasar kerja yang berlangsung semakin cepat menuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang relevan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri.

“Pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi menjadi investasi untuk menyiapkan SDM yang siap bekerja, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri,” ujar Afriansyah dalam keterangannya, Minggu (26/7).

Ia menjelaskan, pada 2026 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sendiri menargetkan 300 ribu peserta mengikuti berbagai program Pelatihan Vokasi Nasional di seluruh Indonesia.

Target tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Selain memperluas akses pelatihan, Kemnaker juga memberikan perhatian kepada pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Melalui program reskilling dan upskilling, peserta dibekali keterampilan baru agar memiliki peluang lebih besar untuk kembali bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak perubahan ekonomi tetap memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya. Dengan keterampilan baru, mereka memiliki peluang untuk kembali bekerja atau membangun usaha sendiri,” kata Afriansyah.

Lebih lanjut ia mengatakan penyelenggaraan pelatihan vokasi perlu disesuaikan dengan potensi unggulan setiap daerah agar kompetensi yang diperoleh peserta benar-benar selaras dengan kebutuhan pasar kerja.

Di Sumatera Barat, misalnya, pengembangan kompetensi diarahkan pada sektor jasa, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

Untuk mendukung upaya tersebut, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) juga ia sebut perlu terus mengoptimalkan jejaring kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan UMKM guna meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan sekaligus produktivitasnya.

“Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan di dunia kerja sekaligus membuka peluang lahirnya wirausaha baru yang dapat menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Wamenaker. (Ant) 

KEYWORD :

Wamenaker RI Afriansyah Noor Pelatihan Vokasi Nasional SDM Siap Kerja




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :