Salah jika meninggalkan pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani tanpa tanggapan.
Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah menyebut militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah (Timteng) akan membayar harga, atas terbunuhnya komandan Pasukan Quds, Qassem Soleimani
Saham-saham negara Teluk merosot tajam dalam perdagangan yang berlangsung Minggu (5/1) sore, di mana saham milik Kuwait dan Arab Saudi memimpin kerugian.
Benjamin Netanyahu keceplosan menyebut negaranya memiliki senjata nuklir, ketika menyampaikan kesepakatan pipa gas bawah laut antara Israel dengan Yunani dan Siprus.
Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Iran, Mohammad Javad Azari, juga mengatakan Trump sebagai seorang teroris.
Pentagon mengklaim serangan itu dimaksudkan untuk menghalangi rencana Iran menyerang kepentingan AS di wilayah tersebut.
Pengguna media sosial mengatakan, gertakan presiden ke-45 AS yang menargetkan kebudayaan Negeri Para Mullah akan menjadi kejahatan perang.
Jasad komandan militer Iran, Qassem Soleimani yang terbunuh di Irak dalam serangan militer Amerika Serikat (AS), dipulangkan ke Iran pada Minggu (5/1)
Iran tidak pernah memulai ketegangan yang telah menyebabkan ketidakamanan di wilayah tersebut dan menyalahkan tindakan tidak bijaksana AS karena memicu ketegangan di wilayah tersebut selama beberapa tahun terakhir.
Ancaman Trump itu datang setelah pemerintah Iran mengatakan akan memberikan respons yang keras terhadap serangan AS.