Hassan Rouhani menegaskan bahwa upaya diplomasi dengan Amerika Serikat (AS) bakal terwujud, jika Washington bersedia menghapus seluruh sanksi
Iran tetap menjalankan pengamanan di Selat Hormuz, dan tidak akan lagi menolerir "pelanggaran maritim"
Zarif mengatakan, keamanan Teluk Persia adalah tanggung jawab Iran.
Pembatasan AS terhadap akses ke obat-obatan yang dibutuhkan pasien Iran adalah kejahatan terhadap kemanusiaa
Dua pejabat pelabuhan Irak mengatakan informasi awal yang diperoleh menunjukkan, kapal kecil yang disita itu milik perusahaan pelayaran swasta yang dimiliki seorang pedagang swasta Irak.
Kapal asing menerima bahan bakar dari kapal lain dan mentransfernya ke negara-negara Arab di Teluk Persia.
Perusahaan Iran sudah berhasil mendapatkan sertifikat dan lisensi internasional untuk pembuatan komponen pesawat.
Pasukan Garda Revolusi Iran, kembali menyita kapal tanker minyak yang menyelundupkan 700.000 liter bahan bakal di Teluk Persia.
Teheran akan melanjutkan mengurangi komitmen di bawah kesepakatan nuklir untuk ketiga kalinya.
Washington keluar dari perjanjian itu terjadi tak lama setelah AS memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia atas dugaan perannya dalam meracuni mantan mata-mata di Inggris pada tahun 2018.