Mohamad Nasir meminta rektor mengawasi pelaksanaan orientasi pengenalan kampus (ospek) di perguruan tingginya masing-masing
Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTrans) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Muhammad Nurdin merasa pulang kampung saat menghadiri acara Silaturahim IKA Teknologi Pertanian Unhas di Kampus Unhas, Tamalanrea, kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Kamis (8/7)
Kampus dituntut melakukan relevansi antara pendidikan dengan pekerjaan di era Revolusi Industri 4.0
Ketua Badan Legislasi DPR RI Supratman Andi Agtas menerima kunjungan Pemuda Pancasila DKI Jakarta dan BEM Kampus se-DKI dan OKP se-DKI Jakarta.
Radikalisme kampus dinilai lebih berbahaya daripada radikalisme yang muncul dari kampung-kampung karena tekanan ekonomi. Radikalisme dari kaum intelektual kampus bisa menularkan pada banyak orang.
Kepolisan Republik Indonesia diimbau mampu membendung radikalisme yang muncul dari kaum intelektual kampus. Ini sangat berbahaya, karena bisa meracuni masyarakat luas.
Cara-cara pemerintah dengan mengawasi kampus dan dosen dianggap mencederai demokrasi dan merusak upaya membangun penguatan masyarakat sipil.
Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana tak memungkiri, pemikiran atau paham radikalisme ada di setiap kampus dan lingkungan masyarakat. Bahkan, di lingkungan keluarga, pemikiran radikalisme itu pasti ada.
Pembangunan Kampus UII ini telah dimasukkan ke dalam proyek strategis nasional.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra menegaskan, pihaknya mendukung pemerintah melalui kampus masing-masing, untuk mengedepankan dan meningkatkan aspek pembinaan terhadap dosen, mahasiswa maupun pegawai.