Prancis dan Italia juga telah memutuskan menghentikan pemberian vaksin. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, Prancis akan berhenti menggunakan vaksin tersebut menunggu penilaian dari regulator obat Uni Eropa yang dijadwalkan pada Selasa.
Keputusan tiga negara terbesar Uni Eropa (UE) untuk menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca membuat kampanye vaksinasi di 27 negara Negara Biru tersebut menjadi kacau balau.
rganisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan imbauan agar tidak ada kebijakan menyetop kampanye vaksinasi, setelah dua negara Eropa dan satu negara di Asia menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca, karena kekhawatiran keamanan.
BKSAP DPR RI turut merespon situasi terkini di Myanmar yang makin mencemaskan menyusul krisis politik di negara tersebut akibat kudeta militer pada 1 Februari 2021 lalu.
Kosovo yang mayoritas Muslim berjanji untuk menempatkan kedutaan besarnya di Yerusalem ketika negara itu menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tahun lalu di bawah sponsor AS.
Irlandia menjadi negara terbaru yang menyetop penggunaan vaksin AstraZeneca dalam program vaksinasi Covid-19.
Singapura dan Malaysia menerapkan dua skema perjalanan lintas batas antara kedua negara - Jalur Hijau Timbal Balik (RGL) dan Pengaturan Perjalanan Berkala (PCA) - tetapi pengaturan RGL ditangguhkan pada 1 Februari.
Diperlukan langkah konkret para pemimpin ASEAN untuk mendesak elite di Myanmar menahan diri dan membuka dialog dengan kelompok demonstran guna mencegah jatuhnya korban jiwa semakin banyak di negara tersebut.
Lembaran pemerintah Mesir menerbitkan keputusan Menteri Dalam Negeri Mahmoud Tawfiq tentang biaya visa bagi warga negara Arab yang mengunjungi Mesir.
Tidak hanya Thailand, penundaan serupa juga terjadi di sejumlah negara, termasuk Denmark dan Norwegia. Sementara sekitar 5 juta orang Eropa telah menerima vaksin AstraZeneca.